Pemanfaatan Geosintetik dalam Pembangunan Pabrik BioCNG® Ramah Lingkungan Pertama di Tapung Hilir

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:58 WIB
loading...
Pemanfaatan Geosintetik...
Pembangunan Pabrik BioCNG® ramah lingkungan pertama di Tapung Hilir, Kampar, Riau
A A A
Sebagai salah satu penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia, Riau kembali hadir dengan langkah progresif untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Hal ini diwujudkan dengan membangun pabrik BioCNG® komersial pertama di wilayah Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Dalam pembangunan fasilitas tersebut, penggunaan material yang tepat, seperti geosintetik berupa geotextile dan geomembran menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Geotextile berfungsi sebagai lapisan pemisah dan filtrasi. Sementara itu, geomembrane berperan sebagai lapisan kedap untuk mencegah kebocoran limbah ke tanah dan air di sekitarnya. Keduanya memiliki peran krusial dalam sistem pengolahan POME, terutama pada kolam penampungan dan instalasi biogas. Urban Plastic turut mendukung keberhasilan proyek-proyek ramah lingkungan semacam ini dengan menyediakan pasokan produk geosintetik yang tangguh, meskipun Urban Plastic murni bertindak sebagai supplier material dan tidak mengambil andil secara langsung dalam proses konstruksi proyek tersebut.

Latar Belakang Pembangunan Pabrik BioCNG® di Tapung Hilir
Saat ini, KIS Group bersama AEP Group resmi memulai pembangunan pabrik BioCNG® di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk pertama kalinya di wilayah ini, limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah menjadi energi terbarukan berupa BioCNG, sebuah inovasi yang tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi.

Proyeksi dan Target Jangka Panjang
-Pabrik BioCNG® di Tapung ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 142.450 MMBTU per tahun.
-Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai unit pengolahan limbah, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif yang bernilai tinggi.
-Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton setara CO2 per tahun.
-Pengurangan emisi ini berasal dari penangkapan gas metana yang sebelumnya dilepaskan ke udara dari limbah POME milik PT Bina Pitri Jaya.

Peran Penting Geosintetik dalam Pembangunan Pabrik BioCNG
Proyek ini memiliki peran penting dalam menangkap emisi metana dari limbah cair PT Bina Pitri Jaya. Selama ini, limbah POME dapat menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui teknologi BioCNG®, gas metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer kini dimanfaatkan sebagai sumber energi yang memiliki nilai ekonomis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
Kolaborasi Antaranggota...
Kolaborasi Antaranggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Program Sawit Dorong...
Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Jadwal Salat Tarawih...
Jadwal Salat Tarawih Pertama di Bulan Suci Ramadan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved