Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:49 WIB
loading...
Penerapan praktik ekonomi sirkular perlu diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan di industri kelapa sawit nasional, mulai dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga sosial. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penerapan praktik ekonomi sirkular perlu diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan di industri kelapa sawit nasional, mulai dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga sosial.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Hariyadi mengatakan, bahwa salah satu cara untuk menerapkan ekonomi sirkular adalah dengan mengoptimalkan biomassa sawit seperti pelepah dan batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME).
Penerapan ekonomi sirkular pada biomassa sawit akan memberi nilai tambah hingga 8-9 kali lipat. Dengan luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare, Indonesia memiliki potensi produksi biomassa sawit sebesar 261,7 juta ton bahan kering per tahun. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen biomassa sawit terbesar di dunia.
Baca Juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
“Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat spektakuler. Pada saat ini tercatat luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare. Oleh karena itu, pengelolaan kelapa sawit harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya di Jakarta, Jumat (3/7).
Hariyadi juga menjelaskan, biomassa sawit memiliki beragam potensi pemanfaatan seperti bahan baku kompos dan pupuk organik, bahan bakar pembangkit listrik biomassa, hingga bahan campuran semen dan konstruksi.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Hariyadi mengatakan, bahwa salah satu cara untuk menerapkan ekonomi sirkular adalah dengan mengoptimalkan biomassa sawit seperti pelepah dan batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME).
Penerapan ekonomi sirkular pada biomassa sawit akan memberi nilai tambah hingga 8-9 kali lipat. Dengan luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare, Indonesia memiliki potensi produksi biomassa sawit sebesar 261,7 juta ton bahan kering per tahun. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen biomassa sawit terbesar di dunia.
Baca Juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
“Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat spektakuler. Pada saat ini tercatat luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare. Oleh karena itu, pengelolaan kelapa sawit harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya di Jakarta, Jumat (3/7).
Hariyadi juga menjelaskan, biomassa sawit memiliki beragam potensi pemanfaatan seperti bahan baku kompos dan pupuk organik, bahan bakar pembangkit listrik biomassa, hingga bahan campuran semen dan konstruksi.
Lihat Juga :