PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:21 WIB
loading...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Power Development Forum_ 2026, bertajuk End-to-End Energy Ecosystem to Support National Power System Reliability di Jakarta, Rabu (20/5) lalu.. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menyiapkan strategi besar penguatan pasokan energi primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi energi nasional. Salah satunya, melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI, Anggoro Wisaksono, dalam acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Power Development Forum_ 2026, bertajuk "End-to-End Energy Ecosystem to Support National Power System Reliability" di Jakarta, Rabu (20/5) lalu.

Pada panel diskusi bertajuk "Strategi Pembangkitan dalam Mendukung Kebijakan Ketenagalistrikan Indonesia" Anggoro mengatakan perencanaan ketenagalistrikan nasional harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi demand listrik, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga energi primer. “PLN EPI ada di sektor energi primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable,” paparnya.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Menurut dia, proyeksi kebutuhan listrik menjadi titik awal perencanaan bisnis ketenagalistrikan karena menentukan kebutuhan kapasitas pembangkit, jaringan, hingga pasokan energi primer. Sementara energi primer menjadi faktor utama yang memastikan pembangkit memiliki pasokan bahan bakar yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, PLN EPI mengacu pada RUPTL 2025–2034 yang memproyeksikan perubahan bauran energi pembangkitan nasional. Pada 2034, produksi listrik berbasis batu bara diproyeksikan mencapai 273,8 terawatt hour (TWh) atau sekitar 47% dari total bauran energi nasional. Sementara gas bumi diperkirakan mencapai 132,3 TWh atau 23%.

Adapun energi baru terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai 164,1 TWh atau sekitar 28% dan biomassa sebesar 8,1 TWh. Dalam skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED), porsi EBT bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 190,9 TWh atau 33% pada 2034. Meski demikian, Anggoro menegaskan batu bara dan gas masih akan menjadi tulang punggung keandalan sistem kelistrikan selama masa transisi energi berlangsung. “Batu bara dan gas tetap berperan menjaga reliability sistem selama masa transisi, terutama untuk memenuhi stabilitas sistem,” ujarnya.



PLN EPI juga memproyeksikan kebutuhan energi primer sektor ketenagalistrikan akan terus meningkat hingga 2035 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5% per tahun. Dalam proyeksi tersebut, batu bara masih menjadi komponen terbesar dalam bauran energi primer pembangkitan. Sementara gas bumi akan memainkan peran penting sebagai energi transisi untuk mendukung fleksibilitas pembangkit di tengah meningkatnya penetrasi EBT.

Selain itu, PLN EPI juga mulai memperluas pemanfaatan biomassa melalui skema co-firing di PLTU. Menurut Anggoro, langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk masuk dalam rantai pasok biomassa. “Selain batu bara dan gas, nanti ada biomass. Ini opportunity juga untuk pengusaha muda,” ujarnya.

Di sisi infrastruktur, PLN EPI menyiapkan pengembangan berbagai proyek midstream gas nasional yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Infrastruktur tersebut mencakup pembangunan FSRU, LNG carrier, ORU, hingga proyek gasifikasi di berbagai wilayah.

Beberapa proyek strategis yang dipaparkan antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, serta FSRU Cilegon. Total kapasitas regasifikasi yang disiapkan mencapai 3.850 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan kapasitas penyimpanan LNG sebesar 1,2 juta meter kubik.

Baca Juga: Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa

Menurut Anggoro, pembangunan infrastruktur gas menjadi penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak sistem kelistrikan terisolasi. “Kita ini negara kepulauan, banyak sistem isolated di pulau-pulau kecil maupun besar. Ini merupakan tantangan tersendiri,” katanya.

Anggoro juga menyinggung dampak ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di Selat Hormuz, terhadap sektor energi nasional. Meski demikian, ia memastikan kondisi pasokan energi primer PLN EPI masih relatif aman. Sementara untuk gas, PLN EPI mengandalkan kombinasi produksi domestik dan kemitraan global. Menurut Anggoro, kerja sama dengan mitra global menjadi penting karena sebagian produksi gas nasional masih terikat kontrak ekspor jangka panjang. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan partner global sangat diperlukan,” tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
MSP Targetkan Penggunaan...
MSP Targetkan Penggunaan Energi Terbarukan 100% di Fasilitas Smelter
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas...
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas Layaknya Benteng Alami Saat Banjir Kayu di Sumatera
Transisi Energi Berkeadilan...
Transisi Energi Berkeadilan Perlu Langkah Stratejik dan Kolaborasi Multi Pihak
PLN EPI-Farmindo Multi...
PLN EPI-Farmindo Multi Dimensi Kerja Sama Kelola Limbah Jadi Energi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Infografis
5 Fakta Paus Fransiskus,...
5 Fakta Paus Fransiskus, Pertama dari Luar Eropa sejak 1.200 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved