Dukung Pembiayaan Perumahan, BSI Targetkan Penyaluran KPP Rp1,2 Triliun
Jum'at, 22 Mei 2026 - 08:08 WIB
loading...
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat kolaborasi strategis bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat kolaborasi strategis bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) guna mengakselerasi program pembiayaan perumahan pemerintah bagi masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor properti.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi BSI terhadap program-program pemerintah termasuk di bidang perumahan. Kolaborasi seperti ini penting agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses rumah layak dan terjangkau," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait seperti dikutip, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Dominasi Penyaluran KPP dengan Porsi 49% dari Total Nasional
Maruarar menjelaskan program Kredit Program Perumahan (KPP) saat ini menunjukkan tren perkembangan yang positif di berbagai daerah. Salah satu capaian tertinggi tercatat dalam sosialisasi KPP oleh BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi mencapai Rp315,7 miliar. Melalui penyediaan hunian yang terjangkau ini, pemerintah optimistis program KPP dapat menjadi motor penggerak dalam melahirkan kelas menengah baru di Indonesia.
Secara nasional, realisasi pembiayaan KPP hingga saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp16,2 triliun. Adapun untuk kontribusi BSI sendiri, penyalurannya telah mencapai sekitar 67 persen atau setara Rp800 miliar dari total target yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun, di mana mayoritas debitur didominasi dari sisi permintaan (demand).
Baca Juga: BSI Kembali Salurkan Beasiswa untuk 5.250 Pelajar dan Mahasiswa
Sementara, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan komitmen penuh perseroan untuk mengawal program-program strategis pemerintah, khususnya di sektor perumahan rakyat. Pihaknya sengaja membuka ruang diskusi langsung dengan Kementerian PKP untuk meminta arahan dan masukan agar implementasi kolaborasi di lapangan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Anggoro memaparkan, pada tahun 2026 ini BSI membidik target penyaluran KPP sebesar Rp1,2 triliun. Tidak hanya itu, bank syariah terbesar di Indonesia ini juga aktif mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target total 5.540 unit rumah subsidi, di mana hingga saat ini realisasi akadnya telah mencapai 1.250 unit rumah.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi BSI terhadap program-program pemerintah termasuk di bidang perumahan. Kolaborasi seperti ini penting agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses rumah layak dan terjangkau," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait seperti dikutip, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Dominasi Penyaluran KPP dengan Porsi 49% dari Total Nasional
Maruarar menjelaskan program Kredit Program Perumahan (KPP) saat ini menunjukkan tren perkembangan yang positif di berbagai daerah. Salah satu capaian tertinggi tercatat dalam sosialisasi KPP oleh BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi mencapai Rp315,7 miliar. Melalui penyediaan hunian yang terjangkau ini, pemerintah optimistis program KPP dapat menjadi motor penggerak dalam melahirkan kelas menengah baru di Indonesia.
Secara nasional, realisasi pembiayaan KPP hingga saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp16,2 triliun. Adapun untuk kontribusi BSI sendiri, penyalurannya telah mencapai sekitar 67 persen atau setara Rp800 miliar dari total target yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun, di mana mayoritas debitur didominasi dari sisi permintaan (demand).
Baca Juga: BSI Kembali Salurkan Beasiswa untuk 5.250 Pelajar dan Mahasiswa
Sementara, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan komitmen penuh perseroan untuk mengawal program-program strategis pemerintah, khususnya di sektor perumahan rakyat. Pihaknya sengaja membuka ruang diskusi langsung dengan Kementerian PKP untuk meminta arahan dan masukan agar implementasi kolaborasi di lapangan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Anggoro memaparkan, pada tahun 2026 ini BSI membidik target penyaluran KPP sebesar Rp1,2 triliun. Tidak hanya itu, bank syariah terbesar di Indonesia ini juga aktif mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target total 5.540 unit rumah subsidi, di mana hingga saat ini realisasi akadnya telah mencapai 1.250 unit rumah.
(nng)
Lihat Juga :