Rupiah Tertekan, Ichsanuddin Noorsy: Beban Fiskal dan Sektor Riil Kian Berat

Jum'at, 22 Mei 2026 - 12:00 WIB
loading...
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin...
Pakar ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy dalam Podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews. FOTO/Tangkapan Layar YouTube/SindoNews
A A A
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai mencerminkan tekanan yang lebih luas pada perekonomian nasional. Kondisi tersebut berdampak simultan terhadap sektor fiskal, moneter, dan sektor riil yang saling berkaitan.

Pakar ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, menilai situasi ekonomi saat ini tidak bisa dikatakan aman karena adanya tekanan berlapis di berbagai sektor. "Kalau mau dibilang aman-aman saja, mestinya tidak ada kegelisahan. Faktanya ada tekanan terhadap fiskal, moneter, dan sektor riil," ujar dia dalam Podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews dikutip pada Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia

Ia menjelaskan, depresiasi rupiah berdampak langsung pada meningkatnya beban subsidi energi, naiknya biaya impor, serta tekanan harga barang akibat tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor. Selain itu, beban utang luar negeri juga meningkat dengan total mencapai sekitar Rp9.920 triliun.

Dari sisi moneter, intervensi yang dilakukan otoritas untuk menjaga stabilitas nilai tukar turut menggerus cadangan devisa. Sepanjang Januari hingga April 2026, devisa tercatat terkuras sekitar USD8,4 miliar atau rata-rata USD2,1 miliar per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Rekomendasi
Kejagung Imbau Publik...
Kejagung Imbau Publik Tak Beropini terkait Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Microdrama Lagi Viral,...
Microdrama Lagi Viral, Judul You Light Up My World Wajib Ditonton di V+Short
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Berita Terkini
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved