Ambil Alih Ekspor Komoditas, PT DSI Bakal Resmi Jadi BUMN Minggu Depan
Jum'at, 22 Mei 2026 - 17:44 WIB
loading...
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan menjadi BUMN pada pekan depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO BPI Danantara , Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, bahwa status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan menjadi BUMN pada pekan depan. Diketahui sejak pembentukan PT DSI, statusnya masih swasta nasional.
“Minggu depan,” ucap Rosan secara singkat kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Sebelumnya Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI sebagai BUMN utama dalam transaksi ekspor komoditas strategis guna memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor (DHE) serta menekan praktik trade misinvoicing dan under invoicing.
Rosan turut memastikan status PT DSI akan beralih menjadi BUMN, bahkan ia juga mengatakan bahwa PT DSI akan berkantor di Danantara. “BUMN. Di Danantara, ada sudah disiapkan kantornya di Danantara,” ujar dia.
Baca Juga: Rosan Ungkap Alasan Tunjuk Eks Bos Vale Luke Thomas Mahony Pimpin BUMN Ekspor PT DSI
Sebagai informasi juga, nama Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Thomas sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Nantinya, dia akan menjadi pucuk pimpinan BUMN yang dibentuk untuk mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).
Rosan Roeslani juga turut menjelaskan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony yang akan menjadi Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurutnya, pertimbangan penunjukkan Luke Thomas tersebut dilihat dari catatan kinerja hingga pengalaman dia sebelumnya.
“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track recordnya juga dan dia kan sangat memahami juga pengalaman sebelumnya baik di saham multinasional, di vale dan dia pun bisa bahasa Indonesia juga,” ungkap Rosan.
Baca Juga: Ekspor Komoditas Satu Pintu, Airlangga Minta Investor Asing Tetap Tenang dan Percaya Pemerintah
Selain itu, ia juga menyebutkan, pengalaman hingga jaringan yang dimiliki oleh Luke Thomas juga menjadi salah satu pertimbangan hingga pengangkatan sebagai Direktur Utama.
“Tapi yang paling penting justru, kita lihat pengalaman tradingnya ada, mineralsnya ada, di pimpinan di banyak perusahaan mineral,” ujar dia.
“Jadi, dan networknya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini juga di Danantara, pekerjaannya juga sangat-sangat bagus,” jelas dia.
“Minggu depan,” ucap Rosan secara singkat kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Sebelumnya Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI sebagai BUMN utama dalam transaksi ekspor komoditas strategis guna memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor (DHE) serta menekan praktik trade misinvoicing dan under invoicing.
Rosan turut memastikan status PT DSI akan beralih menjadi BUMN, bahkan ia juga mengatakan bahwa PT DSI akan berkantor di Danantara. “BUMN. Di Danantara, ada sudah disiapkan kantornya di Danantara,” ujar dia.
Baca Juga: Rosan Ungkap Alasan Tunjuk Eks Bos Vale Luke Thomas Mahony Pimpin BUMN Ekspor PT DSI
Sebagai informasi juga, nama Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Thomas sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Nantinya, dia akan menjadi pucuk pimpinan BUMN yang dibentuk untuk mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).
Rosan Roeslani juga turut menjelaskan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony yang akan menjadi Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurutnya, pertimbangan penunjukkan Luke Thomas tersebut dilihat dari catatan kinerja hingga pengalaman dia sebelumnya.
“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track recordnya juga dan dia kan sangat memahami juga pengalaman sebelumnya baik di saham multinasional, di vale dan dia pun bisa bahasa Indonesia juga,” ungkap Rosan.
Baca Juga: Ekspor Komoditas Satu Pintu, Airlangga Minta Investor Asing Tetap Tenang dan Percaya Pemerintah
Selain itu, ia juga menyebutkan, pengalaman hingga jaringan yang dimiliki oleh Luke Thomas juga menjadi salah satu pertimbangan hingga pengangkatan sebagai Direktur Utama.
“Tapi yang paling penting justru, kita lihat pengalaman tradingnya ada, mineralsnya ada, di pimpinan di banyak perusahaan mineral,” ujar dia.
“Jadi, dan networknya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini juga di Danantara, pekerjaannya juga sangat-sangat bagus,” jelas dia.
(akr)
Lihat Juga :