Pembiayaan dan Pemberdayaan Bantu Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas
Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:38 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Ada satu hal yang sering luput ketika kita berbicara pemberdayaan masyarakat kecil yaitu mereka sebenarnya tidak kekurangan semangat bekerja, tapi yang sering hilang adalah rasa dipercaya. Banyak perempuan pengusaha ultra mikro menjalani hidup dalam ruang sempit. Penghasilan terbatas, usahanya kecil, aset nyaris tidak ada. Mereka hidup dari keuntungan harian yang kadang hanya cukup membeli bahan makanan. Namun di tengah keterbatasan itu, mereka tetap bangun paling pagi dan istirahat paling akhir demi menjaga dapur tetap menyala.
Ironisnya, kelompok yang bekerja paling keras ini sering jadi kelompok yang paling sulit mendapatkan kepercayaan. Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan kerap diterjemahkan dalam bentuk angka dan jaminan.
Untuk mendapatkan akses pembiayaan, seseorang diminta menunjukkan aset, agunan, histori keuangan, hingga kemampuan administrasi yang baik. Adapun bagi usaha ultra mikro, jangankan memiliki jaminan, banyak dari mereka bahkan masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di titik inilah masyarakat kecil sering kalah sebelum benar-benar diberi kesempatan. Bukan karena mereka tidak memiliki kemauan untuk berkembang, tetapi karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dianggap layak untuk dipercaya.
Padahal bagi pengusaha ultra mikro, akses pembiayaan tanpa jaminan bukan sekadar fasilitas keuangan, namun bentuk pengakuan bahwa mereka dianggap mampu, kerja keras mereka bernilai, dan mereka memiliki peluang untuk tumbuh meski hidup dalam keterbatasan.
Ironisnya, kelompok yang bekerja paling keras ini sering jadi kelompok yang paling sulit mendapatkan kepercayaan. Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan kerap diterjemahkan dalam bentuk angka dan jaminan.
Untuk mendapatkan akses pembiayaan, seseorang diminta menunjukkan aset, agunan, histori keuangan, hingga kemampuan administrasi yang baik. Adapun bagi usaha ultra mikro, jangankan memiliki jaminan, banyak dari mereka bahkan masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di titik inilah masyarakat kecil sering kalah sebelum benar-benar diberi kesempatan. Bukan karena mereka tidak memiliki kemauan untuk berkembang, tetapi karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dianggap layak untuk dipercaya.
Padahal bagi pengusaha ultra mikro, akses pembiayaan tanpa jaminan bukan sekadar fasilitas keuangan, namun bentuk pengakuan bahwa mereka dianggap mampu, kerja keras mereka bernilai, dan mereka memiliki peluang untuk tumbuh meski hidup dalam keterbatasan.
Lihat Juga :