Pembiayaan dan Pemberdayaan Bantu Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas
Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Cerita itu dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat. Sebagai ibu rumah tangga, Yanti awalnya hanya ingin membantu perekonomian keluarga karena merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbekal sedikit kemampuan membuat gantungan kunci, ia memiliki keinginan membuka usaha kriya. Namun seperti banyak pengusaha ultra mikro lainnya, keterbatasan modal membuat langkah itu sempat dipenuhi keraguan.
“Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujarnya.
Hingga 2022, dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM hadir memberikan akses pembiayaan usaha. Modal yang diterima Yanti langsung digunakan untuk membeli bahan baku usaha. Dari usaha kecil yang awalnya hanya dikerjakan sederhana dari rumah, perlahan usahanya berkembang.
Yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, kini menjadi kenyataan. “Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.
Namun yang membuat pembiayaan terasa lebih bermakna bukan hanya soal modal usaha. Yanti mengaku pendampingan dan pelatihan yang ia terima justru menjadi titik penting perubahan usahanya.
Berbekal sedikit kemampuan membuat gantungan kunci, ia memiliki keinginan membuka usaha kriya. Namun seperti banyak pengusaha ultra mikro lainnya, keterbatasan modal membuat langkah itu sempat dipenuhi keraguan.
“Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujarnya.
Hingga 2022, dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM hadir memberikan akses pembiayaan usaha. Modal yang diterima Yanti langsung digunakan untuk membeli bahan baku usaha. Dari usaha kecil yang awalnya hanya dikerjakan sederhana dari rumah, perlahan usahanya berkembang.
Yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan, kini menjadi kenyataan. “Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.
Namun yang membuat pembiayaan terasa lebih bermakna bukan hanya soal modal usaha. Yanti mengaku pendampingan dan pelatihan yang ia terima justru menjadi titik penting perubahan usahanya.
Lihat Juga :