Membangun Ketahanan Finansial: Mengapa Literasi Keuangan Sejak Dini Begitu Krusial?
Senin, 25 Mei 2026 - 13:18 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Literasi keuangan kini bukan lagi sekadar materi edukasi, melainkan fondasi utama dalam membangun ketahanan finansial masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi. Menyadari krusialnya hal tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berkomitmen penuh dalam meningkatkan pemahaman masyarakat secara berkelanjutan, salah satunya melalui partisipasi aktif dalam Jogja Financial Festival 2026.
Pentingnya peningkatan literasi keuangan ini tecermin dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Meski indeks literasi asuransi telah meningkat menjadi 45,45% dan inklusi asuransi mencapai 28,50%, angka ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar untuk menjembatani jarak antara masyarakat yang sekadar "tahu" dengan mereka yang benar-benar "menggunakan" produk keuangan. Kesenjangan ini menegaskan bahwa edukasi yang masif dan inklusif masih sangat dibutuhkan.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa melek finansial dan pemahaman terhadap pengelolaan risiko adalah kunci utama untuk melindungi diri dari berbagai ancaman ketidakpastian di masa depan.
“Askrindo ingin terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko finansial. Edukasi asuransi perlu disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat, sederhana, dan relevan agar dapat dengan mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Fankar. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat harus mulai menyadari bahwa proteksi risiko adalah bagian tidak terpisahkan dari perencanaan keuangan sejak dini.
Untuk membumikan konsep literasi keuangan yang sering dianggap rumit, Askrindo bersama IFG Group mengemas edukasi secara interaktif melalui berbagai permainan edukatif dan activation booth di Jogja Financial Festival 2026. Melalui cara yang menyenangkan, pengunjung, terutama generasi muda diajak untuk memahami pentingnya kesiapan menghadapi risiko finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya peningkatan literasi keuangan ini tecermin dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Meski indeks literasi asuransi telah meningkat menjadi 45,45% dan inklusi asuransi mencapai 28,50%, angka ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar untuk menjembatani jarak antara masyarakat yang sekadar "tahu" dengan mereka yang benar-benar "menggunakan" produk keuangan. Kesenjangan ini menegaskan bahwa edukasi yang masif dan inklusif masih sangat dibutuhkan.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa melek finansial dan pemahaman terhadap pengelolaan risiko adalah kunci utama untuk melindungi diri dari berbagai ancaman ketidakpastian di masa depan.
“Askrindo ingin terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko finansial. Edukasi asuransi perlu disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat, sederhana, dan relevan agar dapat dengan mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Fankar. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat harus mulai menyadari bahwa proteksi risiko adalah bagian tidak terpisahkan dari perencanaan keuangan sejak dini.
Untuk membumikan konsep literasi keuangan yang sering dianggap rumit, Askrindo bersama IFG Group mengemas edukasi secara interaktif melalui berbagai permainan edukatif dan activation booth di Jogja Financial Festival 2026. Melalui cara yang menyenangkan, pengunjung, terutama generasi muda diajak untuk memahami pentingnya kesiapan menghadapi risiko finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Lihat Juga :