Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran

Senin, 25 Mei 2026 - 19:43 WIB
loading...
Rebranding CashUP Menandai...
CASH secara resmi mengumumkan rebranding dan pembaruan identitas visual dari cashlez menjadi cashUP sebagai bagian dari transformasi bisnis yang menyeluruh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), perusahaan teknologi dan solusi pembayaran perkenalkan identitas baru sebagai bagian dari transformasi strategis. CASH secara resmi mengumumkan rebranding dan pembaruan identitas visual dari “cashlez” menjadi “cashUP” sebagai bagian dari transformasi bisnis yang menyeluruh.

Perubahan ini bukan sekadar pembaruan logo atau merek, melainkan sinyal strategis atas repositioning perusahaan dari payment aggregator menjadi ekosistem teknologi dan solusi pembayaran yang terintegrasi. Rebranding cashUP disertai dengan penguatan model bisnis, termasuk ekspansi lini produk, pengembangan teknologi SoftPOS, memperluas ekosistem kemitraan, serta ekspansi nasional.

Perusahaan juga mulai mengintegrasikan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk mendukung deteksi fraud real-time, analitik bisnis berbasis data transaksi, dan personalisasi layanan merchant. Hingga akhir 2025, cashUP telah menjangkau merchant di 37 provinsi dengan lebih dari 30.000 merchant terdaftar, meningkat 22% dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital

“Perubahan ini merupakan cerminan dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan mitra cashUP di berbagai sektor usaha,” ujar manajemen cashUP.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 yang telah diaudit, cashUP mencatat pendapatan sebesar Rp110,19 miliar pada tahun 2025. Di tengah proses transformasi bisnis dan persaingan industri pembayaran digital yang semakin kompetitif, Perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp67,74 miliar.



Meski demikian, cashUP berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan total aset mencapai Rp271,63 miliar serta peningkatan signifikan pada kas dan setara kas menjadi Rp71,90 miliar, dibandingkan Rp17,03 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan penguatan likuiditas Perseroan untuk mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi usaha ke depan.

Baca Juga: Memanfaatkan Tren Pembayaran Digital

Langkah rebranding ini hadir di tengah momentum yang tepat. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan industri jasa pembayaran Indonesia terus bertumbuh, dengan nilai transaksi digital yang diperkirakan melampaui Rp2.000 triliun pada 2026.

Tingkat inklusi keuangan yang ditargetkan melampaui 85% menjadi peluang strategis bagi perusahaan yang mampu menjangkau segmen pasar yang belum terlayani. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun 2026, seiring dengan perluasan ekosistem layanan digital dan akselerasi penetrasi pasar secara nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Di Balik Booming Bisnis...
Di Balik Booming Bisnis F&B Indonesia, Ada Silent Killer Ekspansi
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Kemudahan Digital Jadi...
Kemudahan Digital Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved