Rupiah Diramal Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS jelang Libur Panjang
Selasa, 26 Mei 2026 - 15:37 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan. Kembalinya gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang menggerus kekuatan mata uang Garuda.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencermati bahwa fluktuasi negatif ini sudah mulai terlihat mengoreksi posisi rupiah hingga siang. Kendati pasar domestik akan menghadapi hari libur nasional, aktivitas transaksi di pasar global yang tetap berjalan diperkirakan akan langsung menguji ketahanan kurs dalam jangka pendek.
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini, besok walaupun libur, pasar tetap buka dan ketahanan rupiah pasti jebol di 17.850. Dan jum'at kemungkinan sesuai prediksi di 18.000,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.20 WIB, nilai tukar Rupiah di pasar spot memang terpantau bergerak loyo dengan pelemahan sebesar 0,26% ke level Rp17.789 per Dolar AS. Rapor merah pada siang hari ini sekaligus melanjutkan tren rontoknya mata uang domestik dari sesi pembukaan perdagangan.
Mengutip data perdagangan Bloomberg, mata uang Garuda di pasar spot awalnya dibuka di level Rp17.767 per Dolar AS pada pukul 19.15 WIB, Selasa (26/5/2026), atau mencatatkan penurunan sebesar 0,13% secara harian terhadap sang dominan Dolar AS.
Pelemahan beruntun ini memperpanjang catatan kelam performa mata uang Indonesia sejak awal pekan. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) kemarin, rupiah di pasar spot juga sudah ditutup tidak bertenaga setelah melemah 0,15% secara harian ke posisi Rp17.744 per Dolar AS.
Baca Juga: Influencer Sebut Rupiah Ambruk Untungkan Indonesia, Ekonom: Menyesatkan
Kondisi yang sama juga tecermin dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), di mana posisi rupiah dipatok merosot 0,14% secara harian ke angka Rp17.743.
Dengan rentetan hasil tersebut, nilai tukar mata uang Rupiah kembali mengukir rekor performa terburuknya sepanjang sejarah penataan moneter nasional.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencermati bahwa fluktuasi negatif ini sudah mulai terlihat mengoreksi posisi rupiah hingga siang. Kendati pasar domestik akan menghadapi hari libur nasional, aktivitas transaksi di pasar global yang tetap berjalan diperkirakan akan langsung menguji ketahanan kurs dalam jangka pendek.
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini, besok walaupun libur, pasar tetap buka dan ketahanan rupiah pasti jebol di 17.850. Dan jum'at kemungkinan sesuai prediksi di 18.000,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.20 WIB, nilai tukar Rupiah di pasar spot memang terpantau bergerak loyo dengan pelemahan sebesar 0,26% ke level Rp17.789 per Dolar AS. Rapor merah pada siang hari ini sekaligus melanjutkan tren rontoknya mata uang domestik dari sesi pembukaan perdagangan.
Mengutip data perdagangan Bloomberg, mata uang Garuda di pasar spot awalnya dibuka di level Rp17.767 per Dolar AS pada pukul 19.15 WIB, Selasa (26/5/2026), atau mencatatkan penurunan sebesar 0,13% secara harian terhadap sang dominan Dolar AS.
Pelemahan beruntun ini memperpanjang catatan kelam performa mata uang Indonesia sejak awal pekan. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) kemarin, rupiah di pasar spot juga sudah ditutup tidak bertenaga setelah melemah 0,15% secara harian ke posisi Rp17.744 per Dolar AS.
Baca Juga: Influencer Sebut Rupiah Ambruk Untungkan Indonesia, Ekonom: Menyesatkan
Kondisi yang sama juga tecermin dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), di mana posisi rupiah dipatok merosot 0,14% secara harian ke angka Rp17.743.
Dengan rentetan hasil tersebut, nilai tukar mata uang Rupiah kembali mengukir rekor performa terburuknya sepanjang sejarah penataan moneter nasional.
(akr)
Lihat Juga :