Rupiah Kian Merana, Dolar AS Tembus Rp17.880 Sore Ini

Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:53 WIB
loading...
Rupiah Kian Merana,...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2026), turun 35 poin atau sekitar 0,20% ke level Rp17.880 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang menekan pasar keuangan. Tekanan eksternal masih mendominasi, terutama terkait dinamika geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang mendorong penguatan dolar AS.

"Prospek kesepakatan damai telah mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan langsung, namun premi risiko geopolitik masih tertanam di pasar minyak," ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Lagi-lagi Tembus Rekor Terlemah, Hari Ini Sentuh Rp17.857 per USD

Ia menjelaskan pasar merespons kabar bahwa Washington dan Teheran sedang menyusun draf perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Meski memberi harapan stabilitas pasokan energi, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal.

Di sisi lain, harga minyak global tetap berfluktuasi seiring ketidakpastian geopolitik, yang turut memengaruhi persepsi risiko investor. Kondisi ini berdampak pada negara importir energi seperti Indonesia yang menghadapi peningkatan kebutuhan dolar AS untuk pembelian energi.



Dari faktor makroekonomi global, inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset berisiko rendah di AS.

Data ekonomi AS juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan, dengan produk domestik bruto hanya tumbuh 1,6% pada kuartal I 2026. Sementara itu, klaim pengangguran awal meningkat menjadi 215.000, menambah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global.

Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap defisit fiskal dan prospek anggaran turut membebani sentimen pasar. Selain itu, meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk impor dan pembayaran dividen korporasi juga menambah tekanan terhadap rupiah.

Baca Juga: Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja

Pelemahan rupiah juga terjadi seiring tekanan di pasar saham dan obligasi domestik, termasuk dipicu sentimen global serta kenaikan imbal hasil surat berharga negara. Kondisi ini mempersempit pasokan valas di pasar domestik.

Ibrahim memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp17.880–Rp17.940 per dolar AS dalam jangka pendek, dan berada di rentang Rp17.800–Rp18.100 per dolar AS dalam sepekan mendatang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Rekomendasi
Kabar Duka, Anggota...
Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Prancis vs Maroko Belum...
Prancis vs Maroko Belum Kick-off, Jurnalis Malah Adu Jotos
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved