Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Jum'at, 29 Mei 2026 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Reuters melaporkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari serta melonggarkan pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz, meski masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Penurunan harga oleh Arab Saudi juga mencerminkan upaya mempertahankan daya saing di pasar Asia, yang merupakan pasar terbesar bagi minyak Timur Tengah. Permintaan yang melemah serta margin kilang yang tertekan mendorong pembeli mencari alternatif pasokan yang lebih kompetitif.
Selain Arab Light, sumber industri memperkirakan pemangkasan harga juga akan berlaku untuk jenis minyak lainnya seperti Arab Extra Light, Arab Medium, dan Arab Heavy. Saudi Aramco biasanya mengumumkan harga resmi setiap awal bulan, sementara harga Brent terakhir diperdagangkan di kisaran USD93 per barel di pasar Asia.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Penurunan harga oleh Arab Saudi juga mencerminkan upaya mempertahankan daya saing di pasar Asia, yang merupakan pasar terbesar bagi minyak Timur Tengah. Permintaan yang melemah serta margin kilang yang tertekan mendorong pembeli mencari alternatif pasokan yang lebih kompetitif.
Selain Arab Light, sumber industri memperkirakan pemangkasan harga juga akan berlaku untuk jenis minyak lainnya seperti Arab Extra Light, Arab Medium, dan Arab Heavy. Saudi Aramco biasanya mengumumkan harga resmi setiap awal bulan, sementara harga Brent terakhir diperdagangkan di kisaran USD93 per barel di pasar Asia.
(nng)
Lihat Juga :