Brantas Abipraya Optimistis Tuntaskan Irigasi Rawa Merauke Paket 2
Rabu, 03 Juni 2026 - 18:15 WIB
loading...
PT Brantas Abipraya (Persero) optimistis dapat menuntaskan Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam Paket 2 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) optimistis dapat menuntaskan Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam Paket 2 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Proyek strategis nasional ini menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Proyek ini memiliki tantangan yang cukup kompleks mengingat sebagian besar area pekerjaan berada pada lahan rawa. Namun dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta penambahan sumber daya, kami berkomitmen mendorong percepatan penyelesaian proyek," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana dalam keterangan pers, Selasa (3/6/2026).
Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Pembangunan jaringan irigasi ini merupakan upaya perusahaan dalam memperkuat infrastruktur pertanian di Papua Selatan. Melalui proyek tersebut, Brantas Abipraya berperan dalam menjamin ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan produktif.
Sejumlah pekerjaan utama telah mendekati target, di antaranya galian saluran primer yang telah mencapai 4,832 juta meter kubik dari total 4,968 juta meter kubik. Sementara pekerjaan galian sekunder dan tersier telah sesuai dengan target volume kontrak.
Untuk mempercepat progres, proyek ini didukung 104 unit excavator dan 8 unit bulldozer yang tersebar di berbagai titik pekerjaan. Penambahan alat berat terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas produksi, khususnya di area rawa dengan kondisi lahan basah.
Selain aspek teknis, perusahaan juga memastikan penerapan prinsip keselamatan kerja melalui Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Hal ini dilakukan untuk menjaga seluruh aktivitas proyek berjalan aman dan sesuai standar.
Baca Juga: GAPKI dan Kementan Lepas Sumber Daya Genetik Sawit Tanzania di Sumut
Brantas Abipraya juga mengedepankan prinsip green construction dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Proyek ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di wilayah Merauke.
Proyek KSPP Wanam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Papua Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
"Proyek ini memiliki tantangan yang cukup kompleks mengingat sebagian besar area pekerjaan berada pada lahan rawa. Namun dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta penambahan sumber daya, kami berkomitmen mendorong percepatan penyelesaian proyek," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana dalam keterangan pers, Selasa (3/6/2026).
Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Pembangunan jaringan irigasi ini merupakan upaya perusahaan dalam memperkuat infrastruktur pertanian di Papua Selatan. Melalui proyek tersebut, Brantas Abipraya berperan dalam menjamin ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan produktif.
Sejumlah pekerjaan utama telah mendekati target, di antaranya galian saluran primer yang telah mencapai 4,832 juta meter kubik dari total 4,968 juta meter kubik. Sementara pekerjaan galian sekunder dan tersier telah sesuai dengan target volume kontrak.
Untuk mempercepat progres, proyek ini didukung 104 unit excavator dan 8 unit bulldozer yang tersebar di berbagai titik pekerjaan. Penambahan alat berat terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas produksi, khususnya di area rawa dengan kondisi lahan basah.
Selain aspek teknis, perusahaan juga memastikan penerapan prinsip keselamatan kerja melalui Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Hal ini dilakukan untuk menjaga seluruh aktivitas proyek berjalan aman dan sesuai standar.
Baca Juga: GAPKI dan Kementan Lepas Sumber Daya Genetik Sawit Tanzania di Sumut
Brantas Abipraya juga mengedepankan prinsip green construction dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Proyek ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di wilayah Merauke.
Proyek KSPP Wanam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Papua Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
(nng)
Lihat Juga :