IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Kamis, 04 Juni 2026 - 09:20 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding rumor mengenai potensi penurunan peringkat kredit (downgrade) Sovereign Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menjadi penyebab terjadinya guncangan di bursa saham. Menurutnya, spekulasi yang beredar di pasar dalam beberapa hari terakhir justru menjadi salah satu faktor yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
"Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan mendowngrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Purbaya menjelaskan baru dijadwalkan bertemu dengan perwakilan S&P pada Rabu malam setelah menghadiri rapat pembahasan RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Karena itu, ia menilai rumor mengenai penurunan peringkat Indonesia tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurut dia, kondisi fundamental fiskal Indonesia saat ini masih terjaga dengan baik. Bahkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Washington, Amerika Serikat, sebelumnya, ia telah berdiskusi dengan pihak S&P dan memperoleh kesan bahwa lembaga tersebut memiliki pemahaman yang lebih positif terhadap kondisi ekonomi domestik. "Kalau melihat kondisi fiskal kita, saya sih enggak ada masalah," ujarnya.
Di tengah beredarnya rumor tersebut, S&P Global Ratings justru menerbitkan peringkat kredit jangka panjang "BBB" dan jangka pendek "A-2" untuk PT Danantara Investment Management (DIM) dengan prospek stabil, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Republik Indonesia.
Baca Juga: Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Dalam laporannya, S&P menyatakan peringkat DIM sangat terkait dengan posisi fiskal pemerintah Indonesia. Lembaga pemeringkat itu menyebut peringkat DIM dapat diturunkan apabila mereka mengambil langkah serupa terhadap peringkat kredit sovereign Indonesia.
S&P juga menilai pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh dan tepat waktu kepada DIM. Penilaian tersebut didasarkan pada status DIM sebagai bagian dari Badan Pengelola Investasi Danantara yang dibentuk melalui undang-undang pada 2025 untuk mengelola dan mengonsolidasikan aset badan usaha milik negara (BUMN), dengan sumber pendanaan utama berasal dari aliran dividen BUMN yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS setiap tahun.
"Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan mendowngrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Purbaya menjelaskan baru dijadwalkan bertemu dengan perwakilan S&P pada Rabu malam setelah menghadiri rapat pembahasan RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Karena itu, ia menilai rumor mengenai penurunan peringkat Indonesia tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurut dia, kondisi fundamental fiskal Indonesia saat ini masih terjaga dengan baik. Bahkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Washington, Amerika Serikat, sebelumnya, ia telah berdiskusi dengan pihak S&P dan memperoleh kesan bahwa lembaga tersebut memiliki pemahaman yang lebih positif terhadap kondisi ekonomi domestik. "Kalau melihat kondisi fiskal kita, saya sih enggak ada masalah," ujarnya.
Di tengah beredarnya rumor tersebut, S&P Global Ratings justru menerbitkan peringkat kredit jangka panjang "BBB" dan jangka pendek "A-2" untuk PT Danantara Investment Management (DIM) dengan prospek stabil, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Republik Indonesia.
Baca Juga: Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Dalam laporannya, S&P menyatakan peringkat DIM sangat terkait dengan posisi fiskal pemerintah Indonesia. Lembaga pemeringkat itu menyebut peringkat DIM dapat diturunkan apabila mereka mengambil langkah serupa terhadap peringkat kredit sovereign Indonesia.
S&P juga menilai pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh dan tepat waktu kepada DIM. Penilaian tersebut didasarkan pada status DIM sebagai bagian dari Badan Pengelola Investasi Danantara yang dibentuk melalui undang-undang pada 2025 untuk mengelola dan mengonsolidasikan aset badan usaha milik negara (BUMN), dengan sumber pendanaan utama berasal dari aliran dividen BUMN yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS setiap tahun.
(nng)
Lihat Juga :