Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Jum'at, 05 Juni 2026 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Dalam forum yang mempertemukan pelaku perbankan, merchant, fintech, dan pemangku kepentingan industri pembayaran tersebut, Visa menyoroti bahwa perkembangan ekosistem pembayaran digital kini memasuki fase baru. Selain transaksi yang semakin cepat dan terhubung lintas platform, risiko yang harus dikelola juga semakin kompleks.
Visa menilai tantangan utama pelaku usaha saat ini bukan lagi sekadar mengadopsi teknologi pembayaran, melainkan memastikan infrastruktur yang dimiliki mampu mengelola transaksi, pengalaman pelanggan, serta risiko secara bersamaan dalam skala besar dan waktu nyata.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko penipuan digital (fraud). Berdasarkan laporan Spring 2026 Biannual Threats Visa, pelaku kejahatan siber kini semakin banyak memanfaatkan teknik social engineering berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi pengguna, dibandingkan menyerang sistem teknologi secara langsung.
Dalam periode Juli hingga Desember 2025, Visa mengidentifikasi hampir USD1 miliar aktivitas yang berkaitan dengan penipuan digital, menjadikannya kategori fraud konsumen terbesar selama periode tersebut. Meski demikian, penguatan sistem keamanan dinilai mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan penurunan fraud yang melibatkan token perangkat sebesar 9,6% secara tahunan.
Visa menilai tantangan utama pelaku usaha saat ini bukan lagi sekadar mengadopsi teknologi pembayaran, melainkan memastikan infrastruktur yang dimiliki mampu mengelola transaksi, pengalaman pelanggan, serta risiko secara bersamaan dalam skala besar dan waktu nyata.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko penipuan digital (fraud). Berdasarkan laporan Spring 2026 Biannual Threats Visa, pelaku kejahatan siber kini semakin banyak memanfaatkan teknik social engineering berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi pengguna, dibandingkan menyerang sistem teknologi secara langsung.
Dalam periode Juli hingga Desember 2025, Visa mengidentifikasi hampir USD1 miliar aktivitas yang berkaitan dengan penipuan digital, menjadikannya kategori fraud konsumen terbesar selama periode tersebut. Meski demikian, penguatan sistem keamanan dinilai mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan penurunan fraud yang melibatkan token perangkat sebesar 9,6% secara tahunan.
Lihat Juga :