Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Minggu, 07 Juni 2026 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Penutupan jalur pelayaran krusial ini telah mengguncang pasar global dan memicu lonjakan harga minyak hingga mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut pada gilirannya mengerek inflasi global dan melemahkan pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia.
Lebih lanjut, Sechin memperingatkan menyusul disrupsi di Selat Hormuz, jalur-jalur pelayaran utama global lainnya kini berada dalam bayang-bayang risiko serupa. Ia menyebut Selat Malaka, Bab Al-Mandeb, dan Selat Gibraltar sebagai kawasan yang berpotensi menghadapi gangguan serupa di masa mendatang.
Selain menyoroti krisis geopolitik di Timur Tengah, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin ini juga melontarkan kritik terhadap perkembangan internal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+). Sechin menilai aliansi produsen minyak tersebut kini telah kehilangan sebagian potensinya, terutama setelah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan keluar dari keanggotaan.
Mundurnya UEA menambah panjang daftar negara yang meninggalkan aliansi, menyusul langkah serupa yang sebelumnya diambil oleh Qatar dan beberapa negara lainnya. Menurut catatan Sechin, rangkaian eksodus anggota ini berdampak signifikan terhadap kapasitas produksi kolektif aliansi.
Lihat Juga :