Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Minggu, 07 Juni 2026 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Dengan teknologi bioflok, masyarakat dapat membudidayakan ikan nila dengan masa panen sekitar empat hingga enam bulan. Program tersebut juga didukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp9,3 juta per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 5,52 ton CO2 per tahun.
Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
Program ini mengintegrasikan peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot. Hasilnya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dari produksi telur dan sayuran, sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam program tersebut, limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak. Pola ini menciptakan siklus pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi.
Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
Program ini mengintegrasikan peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot. Hasilnya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dari produksi telur dan sayuran, sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam program tersebut, limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak. Pola ini menciptakan siklus pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi.
Lihat Juga :