Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Minggu, 07 Juni 2026 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Bagi sebagian investor, kepergian mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 2025 menjadi titik balik yang memperburuk sentimen pasar. Selama bertahun-tahun, Sri Mulyani dipandang sebagai figur yang mampu menjaga disiplin fiskal dan menjadi penjamin kredibilitas pengelolaan anggaran Indonesia di mata investor global.
"Ketidakpastian politik domestik adalah risiko khas pasar negara berkembang yang cenderung direspons investor global dengan menunggu di pinggir hingga prediktabilitas kembali muncul. Kami masih menyarankan kehati-hatian pada tahap ini," ujar Kepala Strategi Suku Bunga dan Nilai Tukar Asia J.P. Morgan Private Bank Hong Kong, Tang Yuxuan.
Tekanan tidak hanya terjadi di pasar saham dan valuta asing. Investor asing tercatat telah memangkas kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) sekitar Rp86 triliun sejak Agustus 2025. Akibatnya, obligasi Pemerintah Indonesia mencatat kerugian lebih dari 8% bagi investor berbasis dolar AS sepanjang 2026, berbanding terbalik dengan kenaikan rata-rata 1,6% pada instrumen utang pasar berkembang secara keseluruhan.
Pasar juga menyoroti meningkatnya kepemilikan obligasi pemerintah oleh Bank Indonesia (BI) yang kini mencapai sekitar 27%. Menurut manajer portofolio GAMA Asset Management Rajeev De Mello, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa langkah pembelian surat utang yang semula bertujuan menjaga likuiditas dapat berkembang menjadi bentuk pelonggaran moneter yang lebih agresif.
MSCI Shock
Lihat Juga :