Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Minggu, 07 Juni 2026 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Sentimen negatif semakin menguat setelah MSCI memberi sinyal Indonesia berpotensi diturunkan statusnya dari pasar negara berkembang menjadi pasar frontier. Lembaga penyusun indeks global itu menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari konsentrasi kepemilikan perusahaan hingga aspek pengawasan dan tata kelola pasar.
"Saya tidak yakin pengungkapan pemegang saham akan cukup transparan untuk mengubah masalah sebenarnya. Jika saya tidak bisa mempercayai infrastruktur pasar, saya tidak ingin menjadi orang terakhir yang mencoba keluar," kata Chief Investment Officer Farringdon Asset Management Ana Isabel Gonzalez Encinas.
Baca Juga: IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia membutuhkan kebijakan yang lebih agresif untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, meningkatkan nilai tambah industri nasional, dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
"Pasar tidak memahami saya. Saya hanya melakukan apa yang saya yakini demi kepentingan terbaik rakyat saya," ujar Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg pada Maret lalu.
Meski demikian, pelaku pasar menilai tantangan terbesar bukan hanya pada arah kebijakan, melainkan pada kepastian pelaksanaannya. Di tengah banyaknya pilihan investasi global, mulai dari Korea Selatan dan Taiwan yang diuntungkan ledakan kecerdasan buatan hingga India dan Brasil yang menawarkan prospek menarik, investor menuntut kejelasan dan konsistensi kebijakan agar kepercayaan terhadap Indonesia dapat kembali pulih.
"Saya tidak yakin pengungkapan pemegang saham akan cukup transparan untuk mengubah masalah sebenarnya. Jika saya tidak bisa mempercayai infrastruktur pasar, saya tidak ingin menjadi orang terakhir yang mencoba keluar," kata Chief Investment Officer Farringdon Asset Management Ana Isabel Gonzalez Encinas.
Baca Juga: IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia membutuhkan kebijakan yang lebih agresif untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, meningkatkan nilai tambah industri nasional, dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
"Pasar tidak memahami saya. Saya hanya melakukan apa yang saya yakini demi kepentingan terbaik rakyat saya," ujar Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg pada Maret lalu.
Meski demikian, pelaku pasar menilai tantangan terbesar bukan hanya pada arah kebijakan, melainkan pada kepastian pelaksanaannya. Di tengah banyaknya pilihan investasi global, mulai dari Korea Selatan dan Taiwan yang diuntungkan ledakan kecerdasan buatan hingga India dan Brasil yang menawarkan prospek menarik, investor menuntut kejelasan dan konsistensi kebijakan agar kepercayaan terhadap Indonesia dapat kembali pulih.
(nng)
Lihat Juga :