PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Minggu, 07 Juni 2026 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Hokkop, Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan Bio-CNG karena merupakan salah satu sentra industri kelapa sawit nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber bahan baku biometana.
PLN EPI saat ini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. Produk Bio-CNG tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, dan berkontribusi sebesar 30 persen di sistem Sumatera bagian utara.
"Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi," tutur Hokkop.
Ia menambahkan bahwa pengembangan biometana tidak hanya mendukung pengurangan penggunaan energi fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi optimal.
PLN EPI saat ini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. Produk Bio-CNG tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, dan berkontribusi sebesar 30 persen di sistem Sumatera bagian utara.
"Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi," tutur Hokkop.
Ia menambahkan bahwa pengembangan biometana tidak hanya mendukung pengurangan penggunaan energi fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi optimal.
Lihat Juga :