Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Senin, 08 Juni 2026 - 22:10 WIB
loading...
Peoples Bank of China (PBOC) melanjutkan tren pembelian emas untuk bulan ke-19 secara berturut-turut pada Mei 2026. FOTO/China Daily
A
A
A
JAKARTA - Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) melanjutkan tren pembelian emas untuk bulan ke-19 secara berturut-turut pada Mei 2026. Di saat yang sama, cadangan devisa negara tersebut juga meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
"Masih terdapat ruang yang cukup besar bagi China untuk terus menambah cadangan emasnya," kata Kepala Analis Makro Orient Golden Credit Rating International, Wang Qing dikutip dari China Daily, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Berdasarkan data yang dirilis PBOC, cadangan emas resmi China bertambah 320.000 ons pada Mei sehingga total kepemilikan emas mencapai 74,96 juta ons. Penambahan tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2024, ketika bank sentral menambah 330.000 ons emas.
Langkah akumulasi emas terus dilakukan meskipun harga logam mulia tersebut sempat bergerak fluktuatif dan memasuki tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan itu menunjukkan upaya China untuk memperkuat komposisi aset cadangan internasionalnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Wang, porsi emas dalam total cadangan internasional resmi China hingga akhir 2025 baru mencapai sekitar 8,8%. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata global yang mencapai sekitar 27% berdasarkan data Bank Sentral Eropa (ECB).
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan utama mengapa otoritas moneter China masih memiliki ruang yang luas untuk melanjutkan strategi diversifikasi cadangan melalui pembelian emas. Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman ketika terjadi gejolak ekonomi dan pasar keuangan global.
Baca Juga: Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Sementara itu, Administrasi Devisa Negara China melaporkan cadangan devisa negara tersebut meningkat sebesar USD31,7 miliar atau 0,93% menjadi USD3,4422 triliun pada akhir Mei 2026. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sejak akhir 2015.
Otoritas devisa China menyebut kenaikan cadangan devisa didorong oleh penguatan dolar AS serta peningkatan harga berbagai aset global. Selain itu, perkembangan ekonomi domestik yang tetap stabil dinilai memberikan fondasi kuat bagi terjaganya stabilitas cadangan devisa dan ketahanan sektor keuangan negara tersebut.
"Masih terdapat ruang yang cukup besar bagi China untuk terus menambah cadangan emasnya," kata Kepala Analis Makro Orient Golden Credit Rating International, Wang Qing dikutip dari China Daily, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Berdasarkan data yang dirilis PBOC, cadangan emas resmi China bertambah 320.000 ons pada Mei sehingga total kepemilikan emas mencapai 74,96 juta ons. Penambahan tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2024, ketika bank sentral menambah 330.000 ons emas.
Langkah akumulasi emas terus dilakukan meskipun harga logam mulia tersebut sempat bergerak fluktuatif dan memasuki tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan itu menunjukkan upaya China untuk memperkuat komposisi aset cadangan internasionalnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Wang, porsi emas dalam total cadangan internasional resmi China hingga akhir 2025 baru mencapai sekitar 8,8%. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata global yang mencapai sekitar 27% berdasarkan data Bank Sentral Eropa (ECB).
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan utama mengapa otoritas moneter China masih memiliki ruang yang luas untuk melanjutkan strategi diversifikasi cadangan melalui pembelian emas. Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman ketika terjadi gejolak ekonomi dan pasar keuangan global.
Baca Juga: Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Sementara itu, Administrasi Devisa Negara China melaporkan cadangan devisa negara tersebut meningkat sebesar USD31,7 miliar atau 0,93% menjadi USD3,4422 triliun pada akhir Mei 2026. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sejak akhir 2015.
Otoritas devisa China menyebut kenaikan cadangan devisa didorong oleh penguatan dolar AS serta peningkatan harga berbagai aset global. Selain itu, perkembangan ekonomi domestik yang tetap stabil dinilai memberikan fondasi kuat bagi terjaganya stabilitas cadangan devisa dan ketahanan sektor keuangan negara tersebut.
(nng)
Lihat Juga :