Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Selasa, 09 Juni 2026 - 17:27 WIB
loading...
Ekonom Senior sekaligus Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6). FOTO/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Ekonom Senior sekaligus Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6). Pertemuan tersebut menjadi perhatian publik di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan.
"Tidak ada jadwal. Kita melaporkan apa saja, Dewan Ekonomi biasanya setiap bulan atau sekitar lima minggu sekali," kata Luhut usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Luhut menjelaskan kedatangannya ke Istana merupakan bagian dari agenda rutin Dewan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan perkembangan dan berbagai isu ekonomi kepada Presiden. Namun, ia tidak merinci materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Saat ditanya mengenai keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate, Luhut menilai langkah tersebut merupakan kebijakan yang positif. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga meskipun terdapat sejumlah tantangan eksternal yang perlu diwaspadai.
"Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke. Tapi memang kita perlu perhatian di beberapa titik karena perang di kawasan Timur Tengah dan jalur Hormuz masih berlanjut," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chatib Basri mengonfirmasi dirinya bertemu Presiden Prabowo bersama Luhut. Namun, mantan Menteri Keuangan itu enggan menjelaskan isi pembahasan dan meminta awak media menanyakan langsung kepada Luhut.
Baca Juga: Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Kehadiran Chatib di Istana menarik perhatian karena namanya belakangan disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menanggapi isu tersebut, Chatib menegaskan dirinya tidak mengetahui informasi yang beredar terkait kemungkinan pergantian posisi Menteri Keuangan.
"Saya tidak tahu," kata Chatib singkat saat ditanya mengenai rumor dirinya akan menggantikan Purbaya. Ia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut ketika ditanya mengenai kepulangannya dari Amerika Serikat yang dikaitkan dengan isu tersebut.
"Tidak ada jadwal. Kita melaporkan apa saja, Dewan Ekonomi biasanya setiap bulan atau sekitar lima minggu sekali," kata Luhut usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Luhut menjelaskan kedatangannya ke Istana merupakan bagian dari agenda rutin Dewan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan perkembangan dan berbagai isu ekonomi kepada Presiden. Namun, ia tidak merinci materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Saat ditanya mengenai keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate, Luhut menilai langkah tersebut merupakan kebijakan yang positif. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga meskipun terdapat sejumlah tantangan eksternal yang perlu diwaspadai.
"Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke. Tapi memang kita perlu perhatian di beberapa titik karena perang di kawasan Timur Tengah dan jalur Hormuz masih berlanjut," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chatib Basri mengonfirmasi dirinya bertemu Presiden Prabowo bersama Luhut. Namun, mantan Menteri Keuangan itu enggan menjelaskan isi pembahasan dan meminta awak media menanyakan langsung kepada Luhut.
Baca Juga: Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Kehadiran Chatib di Istana menarik perhatian karena namanya belakangan disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menanggapi isu tersebut, Chatib menegaskan dirinya tidak mengetahui informasi yang beredar terkait kemungkinan pergantian posisi Menteri Keuangan.
"Saya tidak tahu," kata Chatib singkat saat ditanya mengenai rumor dirinya akan menggantikan Purbaya. Ia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut ketika ditanya mengenai kepulangannya dari Amerika Serikat yang dikaitkan dengan isu tersebut.
(nng)
Lihat Juga :