BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow

Selasa, 09 Juni 2026 - 23:35 WIB
loading...
A A A
Di pasar keuangan, kenaikan BI Rate juga berpotensi memberikan tekanan jangka pendek terhadap pasar saham karena meningkatnya tingkat imbal hasil instrumen pendapatan tetap dan naiknya biaya modal. Namun, apabila kebijakan tersebut berhasil menstabilkan rupiah dan mengurangi risiko makroekonomi, dampak negatif terhadap pasar saham dapat berkurang dalam jangka menengah.

Lebih lanjut, Kusfiardi melihat adanya perubahan pendekatan dalam pengelolaan kebijakan moneter Indonesia. Di satu sisi, BI mengambil sikap lebih ketat melalui kenaikan suku bunga. Namun di sisi lain, BI tetap menjaga likuiditas perbankan melalui instrumen repo dan target pertumbuhan uang primer yang tetap ekspansif.

"Ini menunjukkan BI tidak ingin mengorbankan stabilitas sistem keuangan dan penyaluran kredit hanya demi mempertahankan nilai tukar. Strategi yang ditempuh adalah suku bunga lebih tinggi, tetapi likuiditas tetap dijaga. Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan kebutuhan menjaga rupiah dengan kebutuhan mendukung aktivitas ekonomi," ujarnya.

Menurut Kusfiardi, pesan utama yang dapat dibaca pasar dari keputusan RDGB Juni 2026 adalah bahwa tekanan terhadap rupiah dinilai cukup serius sehingga memerlukan respons kebijakan yang lebih kuat. Apabila tekanan eksternal berlanjut dan arus modal keluar belum mereda, ruang untuk pengetatan moneter tambahan masih terbuka pada periode mendatang.

"Pasar perlu memahami bahwa keputusan ini bukan sekadar kenaikan suku bunga biasa. Ini adalah sinyal bahwa Bank Indonesia sedang mempertahankan stabilitas rupiah sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved