Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:43 WIB
loading...
Harga Pertamax Naik,...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax terhadap pergerakan laju inflasi nasional akan berjalan sangat terbatas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax terhadap pergerakan laju inflasi nasional akan berjalan sangat terbatas. Pemerintah menilai jenis BBM dengan oktan tinggi tersebut tidak bersentuhan langsung dengan jalur logistik utama masyarakat.

Purbaya menjelaskan, bahwa struktur konsumen Pertamax mayoritas berasal dari sektor kendaraan pribadi, bukan armada logistik maupun transportasi publik. Oleh karena itu, perubahan harga ini diyakini tidak akan memicu efek domino terhadap lonjakan harga barang kebutuhan pokok di pasar.

"Dampaknya harusnya relatif minim karena kan pertamax ga dipakai angkutan barang," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih

Selain menyoroti sisi inflasi, Purbaya juga merespons mengenai strategi pemerintah dalam membentengi kuota BBM bersubsidi (seperti Pertalite dan Solar) agar tidak jebol pascakenaikan harga Pertamax. Pengawasan ketat diperlukan guna mengantisipasi adanya potensi migrasi konsumen ke BBM yang lebih murah.



Terkait teknis implementasi pembatasan di lapangan, termasuk wacana penerapan sistem digitalisasi pengawasan pompa bensin (nozzle control), Purbaya menyerahkan otoritas sepenuhnya kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah komando Bahlil Lahadalia.

"Itu nanya ke pak Bahlil mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau ga salah, nanya pak Bahlil yang ngerti," tutur Purbaya.

Baca Juga: Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat

Menkeu Purbaya kembali menegaskan dan meyakinkan publik bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan guncangan harga barang pokok akibat dinamika harga komoditas energi nonsubsidi ini. "Harusnya limited karena bukan bukan buat angkutan umum, angkutan barang ga pakai (Pertamax)," pungkasnya.

Sebagai informasi pendukung, penyesuaian harga Pertamax yang memicu pertanyaan publik ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari evaluasi berkala mengikuti tren harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP) serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belakangan ini mengalami tekanan berat di pasar spot.

Langkah korporasi untuk menaikkan harga BBM komersial/nonsubsidi ini diambil demi menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional dan menekan beban usaha, sementara harga BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan tetap ditahan oleh pemerintah dengan dukungan instrumen peredam kejut (shock absorber) dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved