Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rabu, 10 Juni 2026 - 18:26 WIB
loading...
Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 2–5 Juni 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tsingshan Group mendorong pengembangan industri dan rantai pasok nikel yang hijau dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 2–5 Juni 2026.
"Sebagai salah satu pusat pengembangan industri di Maluku Utara, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung perbaikan kondisi lingkungan dan sosial secara berkelanjutan," ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda seperti dikutip pada Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
ICM 2026 menjadi ajang yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, organisasi internasional, dan akademisi untuk membahas strategi penguatan daya saing industri mineral nasional. Forum tersebut menitikberatkan pada penerapan prinsip keberlanjutan, pengembangan industri hijau, serta praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjawab meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Pandangan serupa disampaikan Deputy to the Director General and Managing Director of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development United Nations Industrial Development Organization, Ciyong Zou. Menurut dia, meningkatnya permintaan mineral kritis menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam rantai nilai global, sehingga pengembangan sektor tersebut harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan manfaat sosial bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ICM 2026, Tsingshan Group bersama UNIDO menyelenggarakan High-Level Forum on Mineral Sustainable Development and Eco-Industrial Parks. Forum tersebut membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan melalui penerapan konsep Eco-Industrial Park (EIP), penguatan praktik ESG, serta transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Tsingshan Holding Group dan UNIDO pada 4 Juni 2026 untuk mendukung pelaksanaan program Industrial Park Pilots for Sustainable Development of Mineral-Based Industries in Indonesia (IP4SD). Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus memperkuat kinerja lingkungan kawasan industri berbasis mineral.
Melalui program IP4SD, kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditetapkan sebagai proyek percontohan Eco-Industrial Park. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi kawasan industri mineral Indonesia menuju model industri yang lebih hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye, mengatakan pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mendukung transisi global menuju ekonomi rendah karbon. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah, UNIDO, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab.
Program IP4SD juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri yang mendorong penerapan efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan produksi bersih. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan organisasi internasional, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri mineral yang kompetitif sekaligus berkelanjutan di tingkat global.
"Sebagai salah satu pusat pengembangan industri di Maluku Utara, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung perbaikan kondisi lingkungan dan sosial secara berkelanjutan," ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda seperti dikutip pada Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
ICM 2026 menjadi ajang yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, organisasi internasional, dan akademisi untuk membahas strategi penguatan daya saing industri mineral nasional. Forum tersebut menitikberatkan pada penerapan prinsip keberlanjutan, pengembangan industri hijau, serta praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjawab meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Pandangan serupa disampaikan Deputy to the Director General and Managing Director of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development United Nations Industrial Development Organization, Ciyong Zou. Menurut dia, meningkatnya permintaan mineral kritis menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam rantai nilai global, sehingga pengembangan sektor tersebut harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan manfaat sosial bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ICM 2026, Tsingshan Group bersama UNIDO menyelenggarakan High-Level Forum on Mineral Sustainable Development and Eco-Industrial Parks. Forum tersebut membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan melalui penerapan konsep Eco-Industrial Park (EIP), penguatan praktik ESG, serta transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Tsingshan Holding Group dan UNIDO pada 4 Juni 2026 untuk mendukung pelaksanaan program Industrial Park Pilots for Sustainable Development of Mineral-Based Industries in Indonesia (IP4SD). Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus memperkuat kinerja lingkungan kawasan industri berbasis mineral.
Melalui program IP4SD, kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditetapkan sebagai proyek percontohan Eco-Industrial Park. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi kawasan industri mineral Indonesia menuju model industri yang lebih hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye, mengatakan pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mendukung transisi global menuju ekonomi rendah karbon. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah, UNIDO, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab.
Program IP4SD juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri yang mendorong penerapan efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan produksi bersih. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan organisasi internasional, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri mineral yang kompetitif sekaligus berkelanjutan di tingkat global.
(nng)
Lihat Juga :