Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Kamis, 11 Juni 2026 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan sampai nanti ada masyarakat dari bapak ibu yang tidak mau didata. Begitu tidak terdata, informasinya akan bolong dan menjadi kurang akurat," tegas Kepala BPS RI di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, serta jajaran bupati dan wali kota.
![Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR]()
Gubernur Sulawesi Selatan mengapresiasi agenda strategis ini karena datanya akan menjadi kompas akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh, termasuk mencatat perubahan pola usaha dan perkembangan digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Data yang tidak akurat dinilai berbahaya bagi masa depan daerah. Pasalnya, hasil akhir dari SE2026 ini akan dilengkapi dengan sistem real taging (pemetaan digital lokasi). Hasil ini yang nantinya dipakai oleh para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan ekonomi yang super presisi, membaca pusat pertumbuhan baru, hingga mendeteksi potensi pengembangan usaha lokal.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, performa ekonomi Sulawesi Selatan memang sedang melesat kencang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh kokoh di angka 6,88%. Pertumbuhan kabupaten tertinggi, dicetak Kabupaten Sinjai dengan angka pertumbuhan paling bombastis, yakni mencapai 11,14%.
Lebih dari 90% kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan di atas 6%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61%. Guna menyukseskan agenda raksasa ini, BPS tidak main-main.
Sebanyak 251.000 petugas sensus direkrut di seluruh Indonesia. Angka penyerapan tenaga kerja yang masif ini diakui secara psikologis mampu membantu menekan angka pengangguran secara instan menjelang bergulirnya sensus.

Gubernur Sulawesi Selatan mengapresiasi agenda strategis ini karena datanya akan menjadi kompas akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh, termasuk mencatat perubahan pola usaha dan perkembangan digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Data yang tidak akurat dinilai berbahaya bagi masa depan daerah. Pasalnya, hasil akhir dari SE2026 ini akan dilengkapi dengan sistem real taging (pemetaan digital lokasi). Hasil ini yang nantinya dipakai oleh para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan ekonomi yang super presisi, membaca pusat pertumbuhan baru, hingga mendeteksi potensi pengembangan usaha lokal.
Sulawesi Selatan Jadi 'Panggung Utama' dan Cetak Pertumbuhan Fantastis
Pemilihan Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama tempat pencanangan SE2026 bukan tanpa alasan. Wilayah ini tercatat menjadi penentu utama detak nadi ekonomi di Pulau Sulawesi karena menguasai kontribusi sebesar 43%.Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, performa ekonomi Sulawesi Selatan memang sedang melesat kencang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh kokoh di angka 6,88%. Pertumbuhan kabupaten tertinggi, dicetak Kabupaten Sinjai dengan angka pertumbuhan paling bombastis, yakni mencapai 11,14%.
Lebih dari 90% kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan di atas 6%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61%. Guna menyukseskan agenda raksasa ini, BPS tidak main-main.
Sebanyak 251.000 petugas sensus direkrut di seluruh Indonesia. Angka penyerapan tenaga kerja yang masif ini diakui secara psikologis mampu membantu menekan angka pengangguran secara instan menjelang bergulirnya sensus.
Ingat Rumus TIR: 3 Mantra Utama Sukseskan Sensus Ekonomi
Agar masyarakat tidak ragu, BPS menggaungkan tagline utama yang wajib diingat oleh seluruh warga Indonesia saat rumahnya diketuk petugas, yaitu TIR:Lihat Juga :