Purbaya Disebut Kunci Transformasi Ekonomi, Pergantian Menkeu Bakal Hambat Arah Pembangunan

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:31 WIB
loading...
Purbaya Disebut Kunci...
Pergantian sosok seperti Purbaya Yudhi Sadewa dinilai berpotensi menghambat arah transformasi ekonomi, di tengah isu pergantian Menteri Keuangan (Menkeu). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Isu pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) mencuat di tengah kondisi perekonomian nasional yang mengkhawatirkan seiring dengan pelemahan rupiah dan merosotnya bursa saham Indonesia. Namun Ketua Umum Perhimpunan Gerilyawan Nusantara Indra J. Piliang mengingatkan bahwa pergantian sosok seperti Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi menghambat arah transformasi ekonomi yang sedang dibangun pemerintah.

Indra menilai Indonesia tengah memasuki fase perubahan besar dalam paradigma pembangunan ekonomi nasional. Awalnya, Ia mengungkapkan pengalamannya saat menjadi bagian dari tim ekonomi Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pengalaman tersebut dinilainya memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana kebijakan ekonomi dan politik berjalan secara bersamaan dalam pemerintahan. Dijelaskan juga bahwa Gus Dur berupaya menjaga tata kelola ekonomi secara hati-hati meskipun menerapkan pendekatan politik yang sangat terbuka.

Baca Juga: Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam

Kombinasi tersebut menjadi pengalaman penting yang membentuk cara pandangnya terhadap hubungan antara ekonomi, politik, dan tata kelola negara. Dalam paparannya, Indra mengutip pemikiran Ketua Mahkamah Konstitusi pertama, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, mengenai konsep ekonomi konstitusi.

Ia mengatakan terdapat beberapa model negara dalam menempatkan kebijakan ekonomi di dalam konstitusi dan sistem pemerintahannya. Menurut Indra, model pertama adalah negara liberal-kapitalis seperti Amerika Serikat dan Australia yang tidak mengatur arah ekonomi secara rinci di dalam konstitusi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Rekomendasi
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved