Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Minggu, 14 Juni 2026 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Dalam jangka pendek, Hendry mengatakan penyesuaian harga Pertamax merupakan langkah yang lebih realistis dibanding terus memperbesar dana talangan. Sebab pada akhirnya beban yang ditanggung Pertamina akan kembali bermuara pada keuangan negara maupun kesehatan korporasi perusahaan energi pelat merah tersebut.
Setali tiga uang, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak dunia membuat Pertamina harus terus menanggung selisih harga melalui dana talangan. Kondisi tersebut membuat biaya penyediaan energi nasional ikut meningkat karena formula harga BBM sangat bergantung pada harga minyak dunia dan kurs rupiah.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
“Karena kalau menggunakan rumus dalam Kepmen ESDM Nomor 19 Tahun 2019, acuan harganya menggunakan MOPS (harga rata-rata transaksi produk BBM di pasar Singapura). Di situ sangat tergantung terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar,” ucapnya.
Menurut Yayan, selama beberapa bulan terakhir masyarakat masih menikmati harga Pertamax yang relatif lebih rendah karena Pertamina menahan kenaikan harga melalui mekanisme dana talangan. Namun kondisi tersebut tidak dapat berlangsung terus-menerus karena harga keekonomian BBM terus bergerak mengikuti perkembangan pasar global.
Berdasarkan perhitungannya menggunakan formula yang mengacu pada MOPS Singapura dan nilai tukar rupiah, harga keekonomian Pertamax saat ini berada pada kisaran Rp14.150 hingga Rp16.650 per liter. Karena itu, harga baru Pertamax yang ditetapkan pemerintah masih berada dalam rentang perhitungan tersebut.
Lihat Juga :