AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Senin, 15 Juni 2026 - 11:24 WIB
loading...
AS-Iran Sepakat Damai,...
Harga minyak dunia turun tajam setelah AS dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia turun tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kabar tersebut memicu optimisme pasar terhadap pemulihan pasokan energi global dan meredakan kekhawatiran gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

"Kesepakatan dengan Iran kini telah selesai," ujar Presiden AS Donald Trump dalam akun Truth Social pada Minggu (14/6/2026) petang dikutip dari CNN, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya

Merespons perkembangan tersebut, harga minyak Brent turun 3,9% menjadi sekitar USD84 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 4,8% ke kisaran USD81 per barel. Jika bertahan pada level tersebut hingga penutupan perdagangan, harga minyak akan menjadi yang terendah sejak awal Maret 2026, hanya beberapa hari setelah konflik pecah.

Sebelumnya, pasar telah mengantisipasi tercapainya kerangka kesepakatan pada akhir pekan ini. Pada perdagangan Jumat (12/6), harga minyak untuk pertama kalinya sejak pekan pertama konflik kembali berada di bawah USD90 per barel. Namun demikian, harga masih jauh di atas level sebelum perang yang berada di bawah USD70 per barel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Rekomendasi
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved