Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Senin, 15 Juni 2026 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Analis minyak S&P Global Energy Rick Joswick mengatakan dampak penyusutan cadangan mulai terlihat di pasar konsumen, tetapi belum menimbulkan gangguan besar terhadap distribusi energi. Menurutnya, belum ada bukti bahwa bandara kehabisan bahan bakar jet atau masyarakat kesulitan memperoleh bensin.
Di Amerika Serikat, para analis memperkirakan harga bahan bakar akan naik jauh sebelum stok benar-benar habis. Wilayah pesisir seperti Pantai Timur Laut dan California yang sangat bergantung pada impor minyak dan bensin dinilai paling rentan terhadap kenaikan harga.
Kondisi tersebut diperparah oleh terus berkurangnya Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) AS, yang saat ini sedang mengalami penarikan sekitar 172 juta barel dan diperkirakan akan berada pada level terendah dalam hampir setengah abad.
Situasi ini berpotensi mengurangi fleksibilitas Pemerintah AS untuk menstabilkan pasar apabila kesepakatan dengan Iran gagal tercapai atau hambatan pengiriman minyak terus berlanjut.
Analis minyak S&P Global Energy Rick Joswick mengatakan dampak penyusutan cadangan mulai terlihat di pasar konsumen, tetapi belum menimbulkan gangguan besar terhadap distribusi energi. Menurutnya, belum ada bukti bahwa bandara kehabisan bahan bakar jet atau masyarakat kesulitan memperoleh bensin.
Di Amerika Serikat, para analis memperkirakan harga bahan bakar akan naik jauh sebelum stok benar-benar habis. Wilayah pesisir seperti Pantai Timur Laut dan California yang sangat bergantung pada impor minyak dan bensin dinilai paling rentan terhadap kenaikan harga.
Kondisi tersebut diperparah oleh terus berkurangnya Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) AS, yang saat ini sedang mengalami penarikan sekitar 172 juta barel dan diperkirakan akan berada pada level terendah dalam hampir setengah abad.
Situasi ini berpotensi mengurangi fleksibilitas Pemerintah AS untuk menstabilkan pasar apabila kesepakatan dengan Iran gagal tercapai atau hambatan pengiriman minyak terus berlanjut.
(nng)
Lihat Juga :