Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Senin, 15 Juni 2026 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli energi sepakat bahwa pasar minyak global akan tetap rapuh selama arus pasokan melalui Selat Hormuz belum kembali normal. Jalur laut sempit di pesisir selatan Iran itu menjadi titik krusial bagi perdagangan minyak dunia.
Dunia saat ini mengonsumsi sekitar 100 juta barel minyak per hari. Cadangan minyak menyusut paling cepat di negara-negara yang sangat bergantung pada impor, seperti Jepang dan Korea Selatan. AS sebagai produsen minyak terbesar dunia juga terus menguras stoknya karena perusahaan-perusahaan energi meningkatkan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Di sisi lain, negara-negara Teluk Persia justru mengalami penumpukan persediaan minyak akibat terbatasnya ekspor selama gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Beberapa negara mulai memperoleh sedikit kelonggaran setelah lebih banyak kapal berhasil melintasi jalur tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
China menjadi faktor yang paling sulit dipetakan. Negara itu diyakini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai sekitar sepertiga dari total cadangan global yang diketahui. Namun sejauh ini Beijing tampak belum banyak menggunakan stok tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai strategi energi yang sedang dijalankan.
Sementara itu, kondisi cadangan bahan bakar olahan seperti bensin dan minyak pemanas dinilai lebih mengkhawatirkan. Persediaan kedua jenis bahan bakar tersebut berada pada level yang relatif rendah dibandingkan pola musiman normal, meskipun belum memicu kelangkaan luas di berbagai negara.
Dunia saat ini mengonsumsi sekitar 100 juta barel minyak per hari. Cadangan minyak menyusut paling cepat di negara-negara yang sangat bergantung pada impor, seperti Jepang dan Korea Selatan. AS sebagai produsen minyak terbesar dunia juga terus menguras stoknya karena perusahaan-perusahaan energi meningkatkan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Di sisi lain, negara-negara Teluk Persia justru mengalami penumpukan persediaan minyak akibat terbatasnya ekspor selama gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Beberapa negara mulai memperoleh sedikit kelonggaran setelah lebih banyak kapal berhasil melintasi jalur tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
China menjadi faktor yang paling sulit dipetakan. Negara itu diyakini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai sekitar sepertiga dari total cadangan global yang diketahui. Namun sejauh ini Beijing tampak belum banyak menggunakan stok tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai strategi energi yang sedang dijalankan.
Sementara itu, kondisi cadangan bahan bakar olahan seperti bensin dan minyak pemanas dinilai lebih mengkhawatirkan. Persediaan kedua jenis bahan bakar tersebut berada pada level yang relatif rendah dibandingkan pola musiman normal, meskipun belum memicu kelangkaan luas di berbagai negara.
Lihat Juga :