AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Rabu, 17 Juni 2026 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Dua bank investasi besar Wall Street, Morgan Stanley dan Goldman Sachs, telah memangkas proyeksi harga minyak untuk beberapa kuartal mendatang. Goldman Sachs kini memperkirakan ekspor minyak dari Teluk Persia akan kembali ke level sebelum konflik pada akhir Juli, lebih cepat satu bulan dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Baca Juga: 4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Indikator pasar lainnya juga menunjukkan meningkatnya risiko kelebihan pasokan. Patokan minyak Dubai dan Murban berbalik ke struktur contango, kondisi ketika harga kontrak jangka pendek lebih rendah dibandingkan kontrak jangka panjang, yang umumnya mencerminkan pasokan berlebih di pasar.
Data Kpler menunjukkan para penasihat perdagangan komoditas (Commodity Trading Advisors/CTA) kini berbalik menjadi net short terhadap minyak Brent untuk pertama kalinya sejak Januari. Posisi tersebut mencapai 9% short setelah sehari sebelumnya masih berada pada posisi 27% long.
Menurut McKay, kombinasi aksi jual oleh investor sistematis, optimisme terhadap kesepakatan AS-Iran, dan potensi membanjirnya minyak yang selama ini tertahan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak turun lebih lanjut dalam jangka pendek.
Baca Juga: 4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Indikator pasar lainnya juga menunjukkan meningkatnya risiko kelebihan pasokan. Patokan minyak Dubai dan Murban berbalik ke struktur contango, kondisi ketika harga kontrak jangka pendek lebih rendah dibandingkan kontrak jangka panjang, yang umumnya mencerminkan pasokan berlebih di pasar.
Data Kpler menunjukkan para penasihat perdagangan komoditas (Commodity Trading Advisors/CTA) kini berbalik menjadi net short terhadap minyak Brent untuk pertama kalinya sejak Januari. Posisi tersebut mencapai 9% short setelah sehari sebelumnya masih berada pada posisi 27% long.
Menurut McKay, kombinasi aksi jual oleh investor sistematis, optimisme terhadap kesepakatan AS-Iran, dan potensi membanjirnya minyak yang selama ini tertahan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak turun lebih lanjut dalam jangka pendek.
(nng)
Lihat Juga :