Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:56 WIB
loading...
A A A
"Dalam beberapa tahun terakhir, transmisi lintas negara dan penyebaran lintas pasar dari risiko keuangan menjadi semakin nyata," ujar Ding. Karena itu, regulator akan mendorong lembaga keuangan memperkuat permodalan guna meningkatkan ketahanan terhadap risiko.

Baca Juga: Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China

Pemerintah China juga berkomitmen mengarahkan lebih banyak sumber pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi baru seperti kecerdasan buatan, robotika, dan industri teknologi masa depan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menopang transformasi ekonomi di tengah lemahnya konsumsi domestik dan masih tertekannya sektor properti.

Data terbaru menunjukkan ekonomi China menghadapi tantangan yang tidak merata. Penjualan ritel pada Mei mencatat penurunan pertama dalam lebih dari tiga tahun, sementara investasi melambat. Di sisi lain, produksi industri justru menunjukkan percepatan, mencerminkan kuatnya aktivitas manufaktur dan investasi di sektor-sektor strategis.

Lewat kombinasi penguatan peran yuan, pengembangan yuan digital, serta reformasi sektor keuangan, China berupaya memperbesar pengaruhnya dalam sistem keuangan global sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi domestik di tengah meningkatnya rivalitas ekonomi dengan Amerika Serika
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved