Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Kamis, 18 Juni 2026 - 17:36 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (18/6/2026), dengan penurunan 32 poin atau sekitar 0,18% ke level Rp17.794. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (18/6/2026), dengan penurunan 32 poin atau sekitar 0,18% ke level Rp17.794 per dolar AS. Mata uang Garuda juga terlihat kurang bertenaga menurut data JISDOR BI, dimana menyentuh Rp17.826/USD dari sebelumnya Rp17.753.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni optimisme seputar kesepakatan AS-Iran , yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor energi utama.
"Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar lalu lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapasitas penuhnya dalam waktu 30 hari," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Perjanjian tersebut telah membantu meredakan kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak yang berkepanjangan, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi dan mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni optimisme seputar kesepakatan AS-Iran , yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor energi utama.
"Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar lalu lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapasitas penuhnya dalam waktu 30 hari," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Perjanjian tersebut telah membantu meredakan kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak yang berkepanjangan, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi dan mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio.
Lihat Juga :