Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Minggu, 21 Juni 2026 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Said menilai soal himpitan kondisi tersebut lambat laun mengikis daya beli publik sekaligus memangkas skala operasional pabrik-pabrik di dalam negeri.
Berdasarkan observasi langsungnya di lapangan, Said mengklaim menjumpai sekitar empat hingga lima perusahaan yang berisiko merumahkan karyawannya dalam skala masif, dengan PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu contoh yang paling mengkhawatirkan.
Ia mengutarakan bahwa PT Pakerin sejatinya merupakan industri berskala besar yang memiliki rekam jejak kemitraan sosial sangat baik dengan komunitas lokal lewat beragam program pemberdayaan dan filantropi.
Kendati demikian, kinerja operasional korporasi tersebut kini dilaporkan merosot tajam, di mana denyut produksi pabrik saat ini tinggal tersisa 20 persen saja, sedangkan 80 persen aktivitas operasional lainnya sudah sepenuhnya lumpuh.
"Dampaknya bukan hanya kepada pekerja, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan ada pasar yang sangat bergantung pada daya beli buruh PT Pakerin," kata Said.
Ia memprediksi sebanyak 2.500 tenaga kerja kini berada di ambang pemangkasan hubungan kerja apabila korporasi tidak segera mendapatkan solusi pemulihan dalam waktu dekat.
Berdasarkan observasi langsungnya di lapangan, Said mengklaim menjumpai sekitar empat hingga lima perusahaan yang berisiko merumahkan karyawannya dalam skala masif, dengan PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu contoh yang paling mengkhawatirkan.
Ia mengutarakan bahwa PT Pakerin sejatinya merupakan industri berskala besar yang memiliki rekam jejak kemitraan sosial sangat baik dengan komunitas lokal lewat beragam program pemberdayaan dan filantropi.
Kendati demikian, kinerja operasional korporasi tersebut kini dilaporkan merosot tajam, di mana denyut produksi pabrik saat ini tinggal tersisa 20 persen saja, sedangkan 80 persen aktivitas operasional lainnya sudah sepenuhnya lumpuh.
"Dampaknya bukan hanya kepada pekerja, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan ada pasar yang sangat bergantung pada daya beli buruh PT Pakerin," kata Said.
Ia memprediksi sebanyak 2.500 tenaga kerja kini berada di ambang pemangkasan hubungan kerja apabila korporasi tidak segera mendapatkan solusi pemulihan dalam waktu dekat.
Lihat Juga :