Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB
loading...
Rupiah Jeblok Lagi,...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6), di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) serta ketidakpastian geopolitik global.

Rupiah ditutup turun 93 poin atau 0,52% ke posisi Rp17.952 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level Rp17.959 per dolar AS selama perdagangan berlangsung.

"Proses peninjauan terhadap status pasar Indonesia masih berlangsung dan akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan," ujar pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD

Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait kebijakan sanksi terhadap Iran dan potensi penjualan minyak yang memicu volatilitas pasar global.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish The Fed juga semakin menguat. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS mencapai 70% pada September dan berlanjut hingga Desember 2026. Investor kini menantikan rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis sebagai indikator utama inflasi.



Dari dalam negeri, sentimen pasar relatif lebih stabil setelah MSCI memutuskan menunda evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia hingga November 2026. Sebelumnya, MSCI sempat membekukan perubahan indeks ekuitas Indonesia pada Januari lalu akibat kendala investability.

Menurut Ibrahim, hasil evaluasi MSCI menjadi perhatian investor global karena mencerminkan persepsi terhadap kualitas, efisiensi, dan keterbukaan pasar modal Indonesia. Kendati demikian, pasar masih menunggu kepastian hasil peninjauan tersebut.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026. Stimulus tersebut meliputi insentif perpajakan, dukungan sektor transportasi dan industri, serta perluasan bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas usaha.

"Pemerintah memilih menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar konsumsi masyarakat dan aktivitas usaha tetap terjaga," kata Ibrahim.

Baca Juga: IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (25/6) masih berpotensi fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per dolar AS seiring tingginya permintaan dolar dan masih besarnya ketidakpastian global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved