Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21 WIB
loading...
Harga Bensin di AS Tetap...
Presiden AS, Donald Trump menabuh genderang perang terhadap perusahaan raksasa minyak dunia ketika harga bensin di SPBU yang tidak kunjung turun meskipun harga minyak mentah global sudah merosot tajam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menabuh genderang perang terhadap perusahaan raksasa minyak dunia . Berang melihat harga bensin di SPBU yang tidak kunjung turun meskipun harga minyak mentah global sudah merosot tajam, Trump secara mendadak memerintahkan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menggelar investigasi atas dugaan manipulasi harga (price-gouging) yang merugikan miliaran pengendara.

Dalam konferensi pers darurat di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, Trump secara blak-blakan semprot empat korporasi energi terbesar di planet bumi yakni Chevron, ExxonMobil, Shell, dan BP.

Baca Juga: Mengapa Harga BBM di AS Tetap Mahal hingga Tembus Rp100 Ribu meski Produksi Melimpah? Ini Sebabnya

"Harga minyak mentah sudah turun sangat jauh, tetapi kita sama sekali tidak melihat penurunan yang sebanding di pompa bensin (SPBU). Ini tidak benar!" kecam Trump dengan nada tinggi. Menurut hitungannya, harga bensin reguler di AS saat ini seharusnya sudah berada di level USD2,25 per galon, bukan tertahan mahal seperti sekarang.

Paradoks Pasar: Harga Minyak Mentah Ambles, Harga Bensin Tetap Mahal

Kemarahan Trump dipicu oleh ketimpangan data pasar pasca-meredanya ketegangan geopolitik. Saat perang antara AS-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari 2026 lalu disertai blokade Selat Hormuz, harga minyak mentah dunia jenis Brent sempat meroket gila-gilaan hingga menyentuh USD120 per barel pada Mei 2026.

Namun, seiring progres positif perjanjian damai AS-Iran pekan ini, harga minyak dunia langsung terjun bebas. Minyak mentah Brent anjlok drastis hingga di bawah USD74 per barel, sedangkan minyak mentah WTI (AS) merosot ke level USD70 per barel.



Anehnya, harga rata-rata bensin eceran di AS justru masih bertengger di angka USD3,93 per galon-hanya turun tipis dari puncaknya sebesar USD4 per galon pada April lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?

Merespons tuduhan Trump, pihak industri minyak melalui American Petroleum Institute (API) langsung pasang badan. Juru bicara API, Bethany Williams, berargumen bahwa harga bensin di SPBU tidak bisa bergerak searah (lockstep) seketika dengan harga minyak mentah.

"Konflik kemarin masih berdampak parah pada rantai pasokan, proses penyulingan (refining), dan stok inventaris kami," kilah Williams.

Jeritan Konsumen vs Korporasi

Konflik antara Trump dan korporasi minyak ini sangat mewakili kejengkelan yang dirasakan oleh masyarakat global, termasuk di Indonesia. Konsumen selalu merasa ada ketidakadilan sistemis ketika harga minyak dunia naik, harga BBM di SPBU langsung naik dalam hitungan jam.

Namun ketika harga minyak dunia rontok, penurunan harga di SPBU membutuhkan waktu berminggu-minggu dengan seribu satu alasan. Sentimen psikologis inilah yang dimanfaatkan Trump untuk menekan para raksasa energi.

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa urusan isi dompet rakyat dan keterjangkauan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah masalah ketahanan nasional yang tidak boleh dipermainkan demi meraup keuntungan sepihak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved