IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Kamis, 25 Juni 2026 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh ekosistem digital ini dipayungi oleh arsitektur keamanan siber berlapis yang sangat ketat (meliputi SIM OTP, ASDI Device Lock, hingga AI Threat Detection 24/7) untuk mengarahkan kompetensi anak muda dari sekadar pengguna teknologi biasa menjadi investor cerdas AI yang mandiri secara finansial.
Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing
"Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik."
Dari Map Awareness ke Financial Awareness: Menjadi Pro Player di Era AI
Edukasi yang dibawakan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari di hadapan pengunjung bertajuk "Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI" berhasil mendobrak stigma bahwa literasi keuangan itu rumit dan membosankan. IPOT membuktikan bahwa ketangkasan digital, pembacaan data, dan taktik makro yang biasa digunakan para pemain di arena MLBB memiliki kemiripan substantif dengan strategi mengelola modal di pasar keuangan dunia nyata.
"Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial," tegasnya.
Ia lantas mengajak komunitas gamers untuk menyelaraskan skill set di dalam permainan mereka menjadi 4 kemampuan Smart Money:
Pertama, Map Awareness (Baca Kondisi). Jika dalam game pemain harus jeli melihat pergerakan musuh, gold, dan objektif pada peta, maka di pasar modal investor dituntut membaca data tren makro, laporan keuangan, serta risiko sebelum menempatkan dana.
Kedua, Timing (Kapan Harus Bertindak). Mengetahui momentum yang tepat untuk masuk ke dalam pertempuran (war), mempertahankan posisi, atau mundur. Di dunia investasi, ini tercermin pada keputusan kapan harus membeli saham, menahan (hold), atau menjual demi membatasi kerugian.
Ketiga, Item Build (Pemilihan Instrumen). Memilih dan meracik kombinasi item yang sesuai dengan peran (role) karakter. Di dunia nyata, ini setara dengan melakukan diversifikasi serta alokasi aset sesuai profil risiko individu.
Keempat, Disiplin (No All-In). Bermain bagus berarti tidak emosional, tidak asal maju, dan tidak melakukan all-in tanpa kalkulasi matang.
Kolaborasi Apik IPOT x Infinix
Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing
"Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik."
Dari Map Awareness ke Financial Awareness: Menjadi Pro Player di Era AI
Edukasi yang dibawakan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari di hadapan pengunjung bertajuk "Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI" berhasil mendobrak stigma bahwa literasi keuangan itu rumit dan membosankan. IPOT membuktikan bahwa ketangkasan digital, pembacaan data, dan taktik makro yang biasa digunakan para pemain di arena MLBB memiliki kemiripan substantif dengan strategi mengelola modal di pasar keuangan dunia nyata.
"Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial," tegasnya.
Ia lantas mengajak komunitas gamers untuk menyelaraskan skill set di dalam permainan mereka menjadi 4 kemampuan Smart Money:
Pertama, Map Awareness (Baca Kondisi). Jika dalam game pemain harus jeli melihat pergerakan musuh, gold, dan objektif pada peta, maka di pasar modal investor dituntut membaca data tren makro, laporan keuangan, serta risiko sebelum menempatkan dana.
Kedua, Timing (Kapan Harus Bertindak). Mengetahui momentum yang tepat untuk masuk ke dalam pertempuran (war), mempertahankan posisi, atau mundur. Di dunia investasi, ini tercermin pada keputusan kapan harus membeli saham, menahan (hold), atau menjual demi membatasi kerugian.
Ketiga, Item Build (Pemilihan Instrumen). Memilih dan meracik kombinasi item yang sesuai dengan peran (role) karakter. Di dunia nyata, ini setara dengan melakukan diversifikasi serta alokasi aset sesuai profil risiko individu.
Keempat, Disiplin (No All-In). Bermain bagus berarti tidak emosional, tidak asal maju, dan tidak melakukan all-in tanpa kalkulasi matang.
Kolaborasi Apik IPOT x Infinix
Lihat Juga :