Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:52 WIB
loading...
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo memberikan pandangan positif terhadap kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan pandangan positif terhadap kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis. Badan tersebut dinilai memberikan komitmen manajemen untuk mendorong profesionalisme dalam kapasitas teknis menghadapi volatilitas komoditas global. DSI mengedepankan proses perekrutan talenta-talenta terbaik dari pasar atau the best people from the market. Upaya ini dipandang sebagai sinyal profesionalisme yang sangat kuat.

"Komitmen DSI untuk merekrut profesional terbaik yang ada di market adalah sinyal positif. Hal ini juga menunjukkan bahwa DSI ingin bekerja secara profesional serta responsif menghadapi dinamika geopolitik global. Ini tentunya akan membantu meredakan kekhawatiran investor terkait kapasitas teknis lembaga baru tersebut," jelas Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo Chandra Wahjudi seperti dikutip, Rabu (25/6/2026).

Baca Juga: Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun

Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar sedang menunggu realisasi dari proses rekrutmen yang dijanjikan. Keterbukaan yang dinantikan dunia usaha antara proses rekrutmen yang terbuka, profil manajemen yang kredibel, serta kebijakan benturan kepentingan atau conflict of interest yang jelas.

Chandra mengatakan lembaga baru ini memiliki legitimasi kuat di mata pelaku usaha. Seluruh mandat operasionalnya harus berangkat dari hukum yang jelas, akuntabel, dan dijalankan tanpa menambah beban baru bagi dunia usaha.

"DSI dapat membantu menekan under invoicing melalui integrasi data dan analitik risiko, tanpa menambah layer perizinan," ujarnya.

Lebih lanjut, Chandra percaya DSI punya kapasitas teknis untuk membantu menekan praktik under invoicing yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena merugikan pendapatan negara. "Yang penting adalah kepastian prosedur dan ruang klarifikasi bagi eksportir agar iklim investasi tetap terjaga," lanjutnya.

Dia menjelaskan DSI juga dapat menjadi penegakkan tata kelola niaga dengan sistem pengawasan efektif jika terhubung langsung dengan sektor perbankan, otoritas pelabuhan, bea cukai, dan pihak terkait lainnya. Penggabungan data lintas sektoral ini diharapkan mampu menutup celah atau loopholes yang sering dimanfaatkan eksportir nakal. Upaya itu pun diharapkan tidak menambah beban administratif dan proses manual yang memberatkan pelaku usaha yang patuh.

Mengenai kebijakan transisi yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 Januari 2027, dunia usaha melihat pendekatan bertahap ini sebagai langkah positif. Kewajiban yang saat ini hanya berfokus pada pelaporan ekspor tanpa mengubah jalur perdagangan yang ada memberikan waktu adaptasi memadai bagi pelaku pasar.



Menurutnya, pendekatan ini dinilai efektif mengurangi risiko guncangan regulasi atau regulatory shock. Dukungan komunikasi pemerintah yang konsisten juga dapat menjaga stabilitas sentimen pasar.

Ia mengatakan, kebijakan transisi dan konsultasi aktif dengan eksportir dan asosiasi perlu terus didukung. Lebih lagi jika masukan pelaku usaha benar‑benar tercermin dalam pelaksanaan melalui forum dialog yang berkelanjutan.

Baca Juga: Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI

Apindo menaruh harapan besar agar DSI dapat memposisikan diri sebagai fasilitator peningkatan daya saing ekspor nasional. Fokus utama pada integrasi data, simplifikasi proses birokrasi, serta pencapaian target cepat atau quick wins yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa DSI akan berperan dalam memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. "Tujuannya untuk mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor," imbuhnya.

Pemerintah berharap dengan pembentukan DSI dapat memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis dan mendukung pengelolaan devisa hasil ekspor yang lebih akuntabel. Pada tahap awal, terdapat tiga komoditas utama yang akan diatur DSI, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloys.

Ketiga komoditas ini pada 2025 memiliki nilai ekspor mencapai US$66,13 miliar atau setara dengan 23,4% dari total ekspor nasional. Sektor ini juga membuat neraca perdagangan Indonesia surplus selama 71 bulan berturut-turut.

Kebijakan pembentukan BUMN Ekspor satu pintu untuk komoditas Sumber Daya Alam (SDA) ini menunjukan kehadiran negara dalam mengelola sumber daya alam strategis secara terkoordinasi, transparan, dan akuntabel.

Pemerintah akan terus memastikan DSI berjalan akan tetap mengedepankan kepastian berusaha. Arus barang akan tetap berjalan lancar, kontrak yang sedang berlangsung tetap dihormati, dan kepentingan mitra dagang tetap diperhatikan. Dia menyatakan pemerintah ingin kepercayaan dunia usaha dan mitra perdagangan internasional dapat terus terjaga.

“Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini, langkah implementasi telah disiapkan. Dan diharapkan, memastikan bahwa setiap nilai ekspor strategis memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian dan juga diperuntukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” kata Airlangga.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved