AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:04 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). FOTO/Rohman Wibowo
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam daftar 10 bandara terbaik dunia pada 2029 seiring peningkatan kualitas layanan dan transformasi operasional yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai tren kenaikan peringkat Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan target tersebut realistis untuk dicapai.
“Kenapa tidak Bandara Soekarno-Hatta ini bisa menjadi 10 bandara terbaik di dunia? Sebetulnya dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan kualitas dan peringkat dibandingkan sejumlah bandara internasional,” ujar AHY dalam rapat koordinasi terbatas bersama kementerian dan BUMN terkait di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
AHY menyebut daya saing atau competitiveness menjadi indikator utama dalam mengukur kualitas layanan sebuah bandara. Menurut dia, peringkat Bandara Soekarno-Hatta terus membaik dari posisi 51 pada 2022 menjadi peringkat 25 pada 2025.
“Secara bertahap kita melihat peringkat semakin kecil, bahkan kita punya ambisi untuk masuk ke 10 besar dan saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara terus melakukan sinkronisasi regulasi, termasuk penataan slot management dan penguatan integrasi sistem digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan penumpang.
Menurut AHY, penguatan sektor kebandarudaraan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga mendorong integrasi antar moda transportasi agar aksesibilitas masyarakat semakin merata dan efisien.
Baca Juga: Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Di sisi lain, pemerintah tetap mewaspadai tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap industri penerbangan. AHY mengatakan biaya bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai.
“Kita harus tetap membumi pada realitas dunia hari ini, termasuk bagaimana harga minyak global dan dinamika di Timur Tengah berpengaruh sedikit banyak pada industri penerbangan,” ujar AHY.
Meski proyeksi pertumbuhan penumpang penerbangan global pada 2026 diperkirakan melambat, pemerintah memastikan modernisasi layanan dan transformasi digital di Bandara Soekarno-Hatta tetap dilanjutkan agar Indonesia memiliki infrastruktur penerbangan berstandar dunia saat kondisi ekonomi global kembali stabil.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai tren kenaikan peringkat Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan target tersebut realistis untuk dicapai.
“Kenapa tidak Bandara Soekarno-Hatta ini bisa menjadi 10 bandara terbaik di dunia? Sebetulnya dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan kualitas dan peringkat dibandingkan sejumlah bandara internasional,” ujar AHY dalam rapat koordinasi terbatas bersama kementerian dan BUMN terkait di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
AHY menyebut daya saing atau competitiveness menjadi indikator utama dalam mengukur kualitas layanan sebuah bandara. Menurut dia, peringkat Bandara Soekarno-Hatta terus membaik dari posisi 51 pada 2022 menjadi peringkat 25 pada 2025.
“Secara bertahap kita melihat peringkat semakin kecil, bahkan kita punya ambisi untuk masuk ke 10 besar dan saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara terus melakukan sinkronisasi regulasi, termasuk penataan slot management dan penguatan integrasi sistem digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan penumpang.
Menurut AHY, penguatan sektor kebandarudaraan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga mendorong integrasi antar moda transportasi agar aksesibilitas masyarakat semakin merata dan efisien.
Baca Juga: Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Di sisi lain, pemerintah tetap mewaspadai tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap industri penerbangan. AHY mengatakan biaya bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai.
“Kita harus tetap membumi pada realitas dunia hari ini, termasuk bagaimana harga minyak global dan dinamika di Timur Tengah berpengaruh sedikit banyak pada industri penerbangan,” ujar AHY.
Meski proyeksi pertumbuhan penumpang penerbangan global pada 2026 diperkirakan melambat, pemerintah memastikan modernisasi layanan dan transformasi digital di Bandara Soekarno-Hatta tetap dilanjutkan agar Indonesia memiliki infrastruktur penerbangan berstandar dunia saat kondisi ekonomi global kembali stabil.
(nng)
Lihat Juga :