Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:39 WIB
loading...
RUPST PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan serta Laporan Keberlanjutan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan serta Laporan Keberlanjutan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sepanjang tahun tersebut, emiten jasa keuangan terintegrasi ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2025, BCAP berhasil membukukan total pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,77 triliun atau naik 16,2% dibandingkan tahun 2024," demikian tertulis dalam siaran pers hasil rapat perseroan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong lonjakan laba bersih BCAP pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp277,93 miliar. Angka keuntungan ini merepresentasikan kenaikan tajam mencapai 130,1 persen secara tahunan (year-on-year) dari perolehan tahun buku 2024.
Lini bisnis perbankan melalui PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) masih menjadi penopang utama jalannya bisnis perseroan dengan kontribusi mayoritas sebesar 45,1 persen dari total pendapatan konsolidasian. Sementara sisa pendapatan lainnya disumbang oleh MNC Life sebesar 18,7 persen, MNC Insurance 13,3 persen, dan MNC Sekuritas sebesar 6,8 persen.
Selain itu, kontribusi pendapatan juga mengalir dari segmen pembiayaan dan teknologi digital perseroan. Unit usaha tersebut meliputi MNC Finance sebesar 6,1 persen, MNC Leasing 4,6 persen, serta unit finansial berbasis teknologi PT MNC Teknologi Nusantara sebesar 3,6 persen, dan pendapatan lainnya sebesar 1,8 persen.
Dari sisi neraca keuangan, posisi jumlah aset konsolidasian perseroan bergerak menguat hingga mencapai Rp29,04 triliun pada akhir tahun 2025. Di sisi lain, total liabilitas konsolidasian tercatat sebesar Rp23,62 triliun, sehingga menempatkan posisi ekuitas konsolidasian BCAP berada di level Rp5,42 triliun.
Selain mengesahkan angka keuangan, pemegang saham dalam RUPST tersebut menyepakati langkah penyegaran organisasi dengan mengubah komposisi anggota direksi perseroan. Rapat menyetujui pengangkatan Aan Setiawandi dan Susanty Tjandra Sanusi sebagai direktur baru, mendampingi Mashudi Hamka yang kembali dipercaya menjabat Direktur Utama.
Baca Juga: Lanjutkan Pertumbuhan Bisnis, BCAP Catat Kenaikan Laba Bersih 130,1% di 2025
Pada posisi pengawasan, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota dewan komisaris tanpa ada perubahan formasi. Dengan keputusan ini, posisi Komisaris Utama tetap dijabat oleh Angela Herliani Tanoesoedibjo, didampingi Santi Paramita selaku komisaris dan Sukisto sebagai komisaris independen.
Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang membuahkan restu bagi sejumlah aksi korporasi strategis. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah menyetujui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement) sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor.
RUPSLB juga merestui langkah Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) maksimum sebanyak 25,57 miliar lembar saham. Seluruh aksi korporasi dan penggalangan dana eksternal tersebut dipastikan berjalan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang berlaku, sekaligus menandai perubahan Anggaran Dasar perseroan.
"Pada tahun 2025, BCAP berhasil membukukan total pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,77 triliun atau naik 16,2% dibandingkan tahun 2024," demikian tertulis dalam siaran pers hasil rapat perseroan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong lonjakan laba bersih BCAP pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp277,93 miliar. Angka keuntungan ini merepresentasikan kenaikan tajam mencapai 130,1 persen secara tahunan (year-on-year) dari perolehan tahun buku 2024.
Lini bisnis perbankan melalui PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) masih menjadi penopang utama jalannya bisnis perseroan dengan kontribusi mayoritas sebesar 45,1 persen dari total pendapatan konsolidasian. Sementara sisa pendapatan lainnya disumbang oleh MNC Life sebesar 18,7 persen, MNC Insurance 13,3 persen, dan MNC Sekuritas sebesar 6,8 persen.
Selain itu, kontribusi pendapatan juga mengalir dari segmen pembiayaan dan teknologi digital perseroan. Unit usaha tersebut meliputi MNC Finance sebesar 6,1 persen, MNC Leasing 4,6 persen, serta unit finansial berbasis teknologi PT MNC Teknologi Nusantara sebesar 3,6 persen, dan pendapatan lainnya sebesar 1,8 persen.
Dari sisi neraca keuangan, posisi jumlah aset konsolidasian perseroan bergerak menguat hingga mencapai Rp29,04 triliun pada akhir tahun 2025. Di sisi lain, total liabilitas konsolidasian tercatat sebesar Rp23,62 triliun, sehingga menempatkan posisi ekuitas konsolidasian BCAP berada di level Rp5,42 triliun.
Selain mengesahkan angka keuangan, pemegang saham dalam RUPST tersebut menyepakati langkah penyegaran organisasi dengan mengubah komposisi anggota direksi perseroan. Rapat menyetujui pengangkatan Aan Setiawandi dan Susanty Tjandra Sanusi sebagai direktur baru, mendampingi Mashudi Hamka yang kembali dipercaya menjabat Direktur Utama.
Baca Juga: Lanjutkan Pertumbuhan Bisnis, BCAP Catat Kenaikan Laba Bersih 130,1% di 2025
Pada posisi pengawasan, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota dewan komisaris tanpa ada perubahan formasi. Dengan keputusan ini, posisi Komisaris Utama tetap dijabat oleh Angela Herliani Tanoesoedibjo, didampingi Santi Paramita selaku komisaris dan Sukisto sebagai komisaris independen.
Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang membuahkan restu bagi sejumlah aksi korporasi strategis. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah menyetujui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement) sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor.
RUPSLB juga merestui langkah Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) maksimum sebanyak 25,57 miliar lembar saham. Seluruh aksi korporasi dan penggalangan dana eksternal tersebut dipastikan berjalan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang berlaku, sekaligus menandai perubahan Anggaran Dasar perseroan.
(nng)
Lihat Juga :