Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:03 WIB
loading...
Trump Peringatkan Iran,...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mengenakan biaya layanan maupun tarif pelayaran di Selat Hormuz karena dinilai dapat mengganggu perdagangan global dan menciptakan preseden berbahaya bagi jalur pelayaran internasional.

Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih, Rabu, saat menanggapi kemungkinan Iran memasukkan pungutan pelayaran sebagai bagian dari kesepakatan akhir antara Washington dan Teheran.

"Itu tidak dapat diterima bagi saya, karena kami memiliki banyak kekuatan, dan jika itu dilakukan untuk mereka, maka negara lain juga akan melakukan hal yang sama. Itu akan menjadi pengubah permainan," ujar Trump dikutip dari Bloomberg, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin

Pernyataan tersebut menjadi sikap paling tegas Trump sejauh ini terkait kemungkinan penerapan biaya layanan maritim dan tarif pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis dunia untuk distribusi minyak mentah, gas alam, pupuk, dan berbagai komoditas lainnya.



Sebelumnya, Iran berupaya memperkuat kendali atas Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara tersebut. Teheran sempat membatasi akses kapal yang tidak memperoleh izin terlebih dahulu sehingga aktivitas pelayaran di jalur tersebut terganggu.

Pekan lalu, Iran menyatakan kapal yang melintas di Selat Hormuz wajib memperoleh izin dari pemerintah Iran serta memiliki polis asuransi khusus. Meskipun kebijakan asuransi itu masih digratiskan, sejumlah pihak menilai langkah tersebut dapat membuka jalan bagi penerapan pungutan di masa mendatang.

Baca Juga: Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit

Industri pelayaran global dan sejumlah negara yang bergantung pada distribusi barang melalui jalur laut juga menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana tersebut. Mereka menilai normalisasi pungutan di Selat Hormuz dapat memicu kebijakan serupa di jalur pelayaran strategis lain di dunia.

Dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran, kedua pihak sepakat tidak memberlakukan biaya transit selama masa negosiasi 60 hari. Namun setelah periode itu berakhir, terbuka kemungkinan lahirnya pengaturan baru antara Iran, Oman, dan negara-negara Teluk terkait pengelolaan selat tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan tidak ada negara yang mendukung penerapan tarif Selat Hormuz.

"Saya tidak mengetahui ada negara mana pun di dunia yang mendukung pungutan atau biaya penggunaan selat. Itu tidak akan terjadi," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Rekomendasi
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Berita Terkini
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved