Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Disaat yang bersamaan, BPOM juga akan mendidik masyarakat terkait teknik penyimpanan dan pembersihan galon guna ulang agar higienis dan tidak merusak. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dari semua level mulai produsen hingga konsumen.
"Karena yang kita bisa hukum kan hanya produsennya, gimana kalau dia sendiri (konsumen tidak teliti)? Makanya itu perlu diakhiri dengan edukasi masyarakat," katanya.
Baca Juga: BPOM dan Perang Dagang AMDK Galon
Pada Umumnya galon gunan ulang dengan brand tertentu telah memiliki ijin BPOM dan telah memenuhi SNI. Sebelumnya, hal tersebut jelaskan Taruna menyusul isu terkait galon guna ulang dengan usia pemakaian yang lama.
Profesor asal IPB, Suprihatin menegaskan, bahwa usia galon tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ancaman kesehatan. Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada umur galon, melainkan pada kebersihan fisik serta kontrol sanitasi dan mikrobiologis.
"Selama ini ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," kata Prof Suprihatin.
Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini mengatakan, risiko kesehatan justru muncul bila kondisi galon kotor atau tidak dibersihkan dengan baik. Menurutnya, selama galon tersebut memenuhi standar kebersihan dan pengawasan yang ketat seharusnya tidak ada masalah.
"Karena yang kita bisa hukum kan hanya produsennya, gimana kalau dia sendiri (konsumen tidak teliti)? Makanya itu perlu diakhiri dengan edukasi masyarakat," katanya.
Baca Juga: BPOM dan Perang Dagang AMDK Galon
Pada Umumnya galon gunan ulang dengan brand tertentu telah memiliki ijin BPOM dan telah memenuhi SNI. Sebelumnya, hal tersebut jelaskan Taruna menyusul isu terkait galon guna ulang dengan usia pemakaian yang lama.
Profesor asal IPB, Suprihatin menegaskan, bahwa usia galon tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ancaman kesehatan. Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada umur galon, melainkan pada kebersihan fisik serta kontrol sanitasi dan mikrobiologis.
"Selama ini ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," kata Prof Suprihatin.
Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini mengatakan, risiko kesehatan justru muncul bila kondisi galon kotor atau tidak dibersihkan dengan baik. Menurutnya, selama galon tersebut memenuhi standar kebersihan dan pengawasan yang ketat seharusnya tidak ada masalah.
Lihat Juga :