Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Senin, 29 Juni 2026 - 14:51 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia umumkan penurunan harga gas industri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah resmi menurunkan harga gas industri menjadi USD13/MMBTU. Keputusan ini diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai Rapat Koordinasi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Senin (29/6/2026).
"Jadi kita telah memutuskan untuk LNG industri di harganya USD13 per MMBTU," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai rapat.
Sambung Bahlil menjelaskan, keputusan ini didasari atas adanya aspirasi dari asosiasi pelaku industri dari sektor keramik hingga dari KSPI dalam kurun 10 hari terakhir. Baca Juga: Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
"Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR, Pak Dasco dan pemerintah, telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri," jelasnya.
Bahlil juga menerangkan, Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan. Dalam menindaklanjuti itu, kata dia, pihaknya merumuskan kembali harga gas industri. Baca Juga: Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
"Untuk HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) tetap di angka USD6,5 sampai dengan USD7 per MMBTU. Dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina, dengan Pak Simon dan Pak Arif sebagai Direktur PGN. Memang ini kita, ini tidak mengenakkan semuanya tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa untuk HGBT di USD6,5 sampai dengan USD7," ucap Bahlil.
Sementara gas industri non-HGBT yang sumurnya ada di wilayah Jawa, kata Bahlil, harganya USD9,6 per MMBTU. Ia berkata, harga LNG melambung karena ada kekurangan produksi di wilayah Jawa Barat.
"Di daerah barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu USD20 sampai dengan USD23 per MM. Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," kata Bahlil.
Atas dasar arahan Presiden, Bahlil berkata, pihaknya menurunkan harga gas industri. Hal ini didasari untuk menjaga kestabilan industri dan lapangan pekerjaan.
"Maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar US$15 sampai US$16 dolar per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah lapor Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MM. Jadi dari USD20 sampai USD23 dolar per MM sekarang diturunkan menjadi USD13," terang Bahlil.
Merespons itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik keputusan Pemerintah. Baginya, keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan serikat pekerja.
"Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK," pungkas Bahlil.
"Jadi kita telah memutuskan untuk LNG industri di harganya USD13 per MMBTU," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai rapat.
Sambung Bahlil menjelaskan, keputusan ini didasari atas adanya aspirasi dari asosiasi pelaku industri dari sektor keramik hingga dari KSPI dalam kurun 10 hari terakhir. Baca Juga: Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
"Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR, Pak Dasco dan pemerintah, telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri," jelasnya.
Bahlil juga menerangkan, Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan. Dalam menindaklanjuti itu, kata dia, pihaknya merumuskan kembali harga gas industri. Baca Juga: Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
"Untuk HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) tetap di angka USD6,5 sampai dengan USD7 per MMBTU. Dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina, dengan Pak Simon dan Pak Arif sebagai Direktur PGN. Memang ini kita, ini tidak mengenakkan semuanya tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa untuk HGBT di USD6,5 sampai dengan USD7," ucap Bahlil.
Sementara gas industri non-HGBT yang sumurnya ada di wilayah Jawa, kata Bahlil, harganya USD9,6 per MMBTU. Ia berkata, harga LNG melambung karena ada kekurangan produksi di wilayah Jawa Barat.
"Di daerah barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu USD20 sampai dengan USD23 per MM. Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," kata Bahlil.
Atas dasar arahan Presiden, Bahlil berkata, pihaknya menurunkan harga gas industri. Hal ini didasari untuk menjaga kestabilan industri dan lapangan pekerjaan.
"Maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar US$15 sampai US$16 dolar per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah lapor Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MM. Jadi dari USD20 sampai USD23 dolar per MM sekarang diturunkan menjadi USD13," terang Bahlil.
Merespons itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik keputusan Pemerintah. Baginya, keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan serikat pekerja.
"Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK," pungkas Bahlil.
(akr)
Lihat Juga :