Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Selasa, 30 Juni 2026 - 09:42 WIB
loading...
BKI mendukung penguatan industri komponen kapal nasional melalui kolaborasi antara Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) dan PT PAL Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mendukung penguatan industri komponen kapal nasional melalui kolaborasi antara Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) dan PT PAL Indonesia. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok serta meningkatkan kemandirian industri maritim nasional.
"Industri lokal pendukung maritim memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam ekosistem maritim nasional. Kemandirian pasokan komponen dan jasa teknis tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memperkokoh kedaulatan dan ketahanan maritim negara," kata VP Operasi Bisnis Klasifikasi BKI Munir Muradi dalam kerengan pers, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Bisnis bertajuk "Optimalisasi Industri Pendukung Bersama PT PAL Indonesia" yang diselenggarakan PIKKI di Gedung Griya Wulansari, Bekasi, baru-baru ini. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Direktur IMATAP Tunggul Mahardi, Ketua Umum PIKKI Ekki Komaruddin, serta pelaku industri pendukung maritim nasional.
Munir menegaskan daya saing industri nasional harus dibangun melalui inovasi berkelanjutan, kepastian mutu, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Menurut dia, PIKKI memiliki peran penting sebagai wadah kolaborasi dan advokasi bagi pelaku industri komponen kapal nasional. Sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi, pemerintah, dan pengguna akhir seperti PT PAL diyakini dapat memperkuat kapasitas produksi dan transfer teknologi.
"Melalui sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi seperti BKI, dan pemangku kepentingan pemerintah serta pengguna akhir seperti PT PAL, kita dapat menciptakan ekosistem yang memfasilitasi peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan standarisasi mutu," ujarnya.
Baca Juga: Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
BKI juga menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis industri melalui penerapan standar klasifikasi yang transparan, efisien, serta berorientasi pada keselamatan dan kualitas. Selain itu, industri dinilai memerlukan dukungan berupa insentif inovasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta kemudahan integrasi ke rantai pasok industri besar.
"Industri lokal pendukung maritim memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam ekosistem maritim nasional. Kemandirian pasokan komponen dan jasa teknis tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memperkokoh kedaulatan dan ketahanan maritim negara," kata VP Operasi Bisnis Klasifikasi BKI Munir Muradi dalam kerengan pers, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Bisnis bertajuk "Optimalisasi Industri Pendukung Bersama PT PAL Indonesia" yang diselenggarakan PIKKI di Gedung Griya Wulansari, Bekasi, baru-baru ini. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Direktur IMATAP Tunggul Mahardi, Ketua Umum PIKKI Ekki Komaruddin, serta pelaku industri pendukung maritim nasional.
Munir menegaskan daya saing industri nasional harus dibangun melalui inovasi berkelanjutan, kepastian mutu, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Menurut dia, PIKKI memiliki peran penting sebagai wadah kolaborasi dan advokasi bagi pelaku industri komponen kapal nasional. Sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi, pemerintah, dan pengguna akhir seperti PT PAL diyakini dapat memperkuat kapasitas produksi dan transfer teknologi.
"Melalui sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi seperti BKI, dan pemangku kepentingan pemerintah serta pengguna akhir seperti PT PAL, kita dapat menciptakan ekosistem yang memfasilitasi peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan standarisasi mutu," ujarnya.
Baca Juga: Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
BKI juga menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis industri melalui penerapan standar klasifikasi yang transparan, efisien, serta berorientasi pada keselamatan dan kualitas. Selain itu, industri dinilai memerlukan dukungan berupa insentif inovasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta kemudahan integrasi ke rantai pasok industri besar.
(nng)
Lihat Juga :