Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Sistem perlindungan sosial berskala besar ini ditopang oleh kinerja keuangan BPJS Kesehatan yang terus meningkat. Pada tahun 2025, pendapatan iuran JKN tercatat mencapai Rp176,11 triliun, meningkat dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp165,34 triliun. Peningkatan pendapatan ini dibarengi dengan tingkat kolektibilitas iuran yang mencapai 99,49% pada tahun 2025, naik dari capaian tahun 2024 yang sebesar 99,17%.
Penerimaan iuran yang optimal dan tingkat kolektibilitas yang tinggi menjamin ketersediaan anggaran untuk membiayai pengobatan peserta. Dana yang dihimpun dari peserta sehat digunakan langsung untuk mendanai perawatan medis pasien lain yang membutuhkan bantuan.
"Kita pastikan iuran ini digunakan untuk membantu sesama, mulai dari pembiayaan operasi jantung senilai Rp150 juta, transplantasi ginjal Rp1,2 miliar, kemoterapi kanker, hingga cuci darah seumur hidup," tegasnya.
Mekanisme subsidi silang tersebut diimplementasikan pada pembiayaan berbagai kasus penyakit berat. Sebagai contoh, satu tindakan operasi jantung senilai Rp150 juta dibiayai dari gotong royong iuran 4.286 peserta kelas 3.
Sementara itu, satu kali tindakan transplantasi ginjal seharga Rp1,2 miliar membutuhkan kontribusi iuran dari 34.000 peserta kelas 3, dan satu siklus kemoterapi kanker disokong oleh iuran 17.000 peserta kelas 3, yang seluruhnya juga menjamin perawatan cuci darah seumur hidup bagi peserta.
Penerimaan iuran yang optimal dan tingkat kolektibilitas yang tinggi menjamin ketersediaan anggaran untuk membiayai pengobatan peserta. Dana yang dihimpun dari peserta sehat digunakan langsung untuk mendanai perawatan medis pasien lain yang membutuhkan bantuan.
"Kita pastikan iuran ini digunakan untuk membantu sesama, mulai dari pembiayaan operasi jantung senilai Rp150 juta, transplantasi ginjal Rp1,2 miliar, kemoterapi kanker, hingga cuci darah seumur hidup," tegasnya.
Mekanisme subsidi silang tersebut diimplementasikan pada pembiayaan berbagai kasus penyakit berat. Sebagai contoh, satu tindakan operasi jantung senilai Rp150 juta dibiayai dari gotong royong iuran 4.286 peserta kelas 3.
Sementara itu, satu kali tindakan transplantasi ginjal seharga Rp1,2 miliar membutuhkan kontribusi iuran dari 34.000 peserta kelas 3, dan satu siklus kemoterapi kanker disokong oleh iuran 17.000 peserta kelas 3, yang seluruhnya juga menjamin perawatan cuci darah seumur hidup bagi peserta.
(akr)
Lihat Juga :