Penyaluran Dana PEN Lamban, Pengusaha Usul Pakai Aplikasi
Selasa, 22 September 2020 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah harus mengubah mekanisme yang bersifat secara aplikasi. Di manapun tidak bisa dengan manusia," ujarnya. Selain itu, dia juga berharap pemerintah fokus terhadap penanganan pandemi ini. "Sehingga PEN itu akan paralel kalau protokol kesehatan didahulukan," katanya.
(Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Sudah Sedot Dana Rp240,9 Triliun, Terbanyak untuk Bansos)
Seperti diketahui, realisasi anggaran PEN per 17 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6% terhadap pagu anggaran PEN yang sebesar Rp695,2 triliun.
Jika dilihat per kelompok program, realisasinya, Kesehatan (Rp18,45 triliun atau 33,47%); Perlindungan Sosial (Rp134,4 triliun atau 57,49%); Sektoral K/L atau Pemda (Rp20,53 triliun atau 49,26%); lalu insentif Usaha (Rp22,23 triliun atau 18,43%), dan Dukungan UMKM (Rp58,74 triliun atau 41,34%).
(Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Sudah Sedot Dana Rp240,9 Triliun, Terbanyak untuk Bansos)
Seperti diketahui, realisasi anggaran PEN per 17 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6% terhadap pagu anggaran PEN yang sebesar Rp695,2 triliun.
Jika dilihat per kelompok program, realisasinya, Kesehatan (Rp18,45 triliun atau 33,47%); Perlindungan Sosial (Rp134,4 triliun atau 57,49%); Sektoral K/L atau Pemda (Rp20,53 triliun atau 49,26%); lalu insentif Usaha (Rp22,23 triliun atau 18,43%), dan Dukungan UMKM (Rp58,74 triliun atau 41,34%).
(fai)
Lihat Juga :