Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
Sabtu, 04 Juli 2026 - 17:00 WIB
loading...
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, akan menemui manajemen serta pekerja Tokopedia dan TikTok untuk mendalami isu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang belakangan jadi perbincangan.
"Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan. Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," kata Said Iqbal lewat pernyataan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Menurut Said Iqbal, pemerintah akan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan dalam proses pendalaman tersebut. Ia menilai persoalan ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital memiliki karakteristik berbeda dibandingkan industri manufaktur sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif.
"Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform. Karena itu, kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan. Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya," ujarnya.
Ia menegaskan, apabila dari hasil pendalaman ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan ketenagakerjaan, pemerintah akan mengambil langkah sesuai kewenangan yang dimiliki.
"Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi dan seluruh ketentuan hukum dipatuhi," tegasnya.
Namun, Said Iqbal juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu melihat kondisi bisnis perusahaan secara menyeluruh. Menurutnya, apabila PHK dipicu oleh dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, penyelesaiannya harus ditempuh melalui dialog antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.
"Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha," katanya.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Dalam waktu dekat, Said Iqbal menargetkan pertemuan dengan manajemen serta pekerja Tokopedia dan TikTok dapat segera terlaksana. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, pemerintah akan mengedepankan penyelesaian berbasis fakta, dialog, dan penegakan hukum untuk menjaga perlindungan pekerja sekaligus iklim usaha yang sehat.
"Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan. Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," kata Said Iqbal lewat pernyataan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Menurut Said Iqbal, pemerintah akan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan dalam proses pendalaman tersebut. Ia menilai persoalan ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital memiliki karakteristik berbeda dibandingkan industri manufaktur sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif.
"Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform. Karena itu, kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan. Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya," ujarnya.
Ia menegaskan, apabila dari hasil pendalaman ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan ketenagakerjaan, pemerintah akan mengambil langkah sesuai kewenangan yang dimiliki.
"Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi dan seluruh ketentuan hukum dipatuhi," tegasnya.
Namun, Said Iqbal juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu melihat kondisi bisnis perusahaan secara menyeluruh. Menurutnya, apabila PHK dipicu oleh dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, penyelesaiannya harus ditempuh melalui dialog antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.
"Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha," katanya.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Dalam waktu dekat, Said Iqbal menargetkan pertemuan dengan manajemen serta pekerja Tokopedia dan TikTok dapat segera terlaksana. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, pemerintah akan mengedepankan penyelesaian berbasis fakta, dialog, dan penegakan hukum untuk menjaga perlindungan pekerja sekaligus iklim usaha yang sehat.
(nng)
Lihat Juga :