TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Minggu, 05 Juli 2026 - 21:10 WIB
loading...
TBS Foundation, menyalurkan bantuan kemanusiaan guna membantu masyarakat yang terdampak bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk melalui lembaga nirlabanya, TBS Foundation, menyalurkan bantuan kemanusiaan guna membantu masyarakat yang terdampak bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Aksi korporasi ini direalisasikan melalui kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang sebagai wujud nyata komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan dalam memitigasi dampak risiko krisis lingkungan.
"Kami dari PMI Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh TBS Foundation. Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, khususnya di situasi darurat seperti ini. Kami memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat," ujar Ketua Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi dalam keterangan pers, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Kebakaran hebat yang melanda TPA Jatiwaringin sejak Selasa (30/6/2026) pagi tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 15 hektare dari total luas lahan yang mencapai 32 hektare. Hingga kini, otoritas setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat delapan titik api telah berhasil dikendalikan, sementara empat titik lainnya masih dalam proses penanganan intensif.
Dampak kepulan asap dari insiden tersebut telah memicu gangguan kesehatan serius, di mana ratusan warga sekitar dilaporkan mulai menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, tekanan lingkungan ini memaksa sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 158 jiwa mengungsi ke posko penampungan sementara demi menghindari dampak buruk kualitas udara.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, bantuan logistik kedaruratan yang didistribusikan mencakup 200 boks masker, 60 tabung Oxycan, serta berbagai pasokan makanan siap saji. Selaruh paket bantuan dialokasikan secara taktis melalui jejaring PMI agar pendistribusian berjalan efektif ke kantong-kantong pengungsian yang membutuhkan.
Executive Director TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, menegaskan keterlibatan aktif sektor swasta dalam penanggulangan dampak lingkungan merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Inisiatif kolaboratif ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemulihan ketahanan komunitas lokal di masa depan.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu melindungi kesehatan warga yang terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Kami percaya bahwa dampak yang berkelanjutan lahir dari aksi nyata yang dilakukan secara kolaboratif," kata Anugraha.
Baca Juga: TBS Energi Utama Tuntaskan Transisi ke Sektor Rendah Karbon, Perkokoh Ekspansi Global
Bagi manajemen TBS Foundation, aspek keberlanjutan tidak hanya diterjemahkan ke dalam program investasi strategis jangka panjang, melainkan juga melalui ketanggapan entitas bisnis dalam merespons krisis eksternalitas lingkungan. Upaya penanganan yang cepat di tingkat akar rumput dinilai krusial guna mempercepat normalisasi produktivitas dan kesejahteraan sosial masyarakat setempat.
PT TBS Energi Utama Tbk sendiri merupakan emiten yang bergerak dalam portofolio bisnis masa depan yang mencakup pengelolaan sampah terintegrasi, pengembangan energi terbarukan, hingga ekosistem mobilitas listrik. Melalui perpanjangan tangan TBS Foundation, perusahaan berkomitmen untuk terus menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan dan inklusivitas sosial di Indonesia.
"Kami dari PMI Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh TBS Foundation. Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, khususnya di situasi darurat seperti ini. Kami memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat," ujar Ketua Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi dalam keterangan pers, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Kebakaran hebat yang melanda TPA Jatiwaringin sejak Selasa (30/6/2026) pagi tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 15 hektare dari total luas lahan yang mencapai 32 hektare. Hingga kini, otoritas setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat delapan titik api telah berhasil dikendalikan, sementara empat titik lainnya masih dalam proses penanganan intensif.
Dampak kepulan asap dari insiden tersebut telah memicu gangguan kesehatan serius, di mana ratusan warga sekitar dilaporkan mulai menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, tekanan lingkungan ini memaksa sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 158 jiwa mengungsi ke posko penampungan sementara demi menghindari dampak buruk kualitas udara.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, bantuan logistik kedaruratan yang didistribusikan mencakup 200 boks masker, 60 tabung Oxycan, serta berbagai pasokan makanan siap saji. Selaruh paket bantuan dialokasikan secara taktis melalui jejaring PMI agar pendistribusian berjalan efektif ke kantong-kantong pengungsian yang membutuhkan.
Executive Director TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, menegaskan keterlibatan aktif sektor swasta dalam penanggulangan dampak lingkungan merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Inisiatif kolaboratif ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemulihan ketahanan komunitas lokal di masa depan.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu melindungi kesehatan warga yang terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Kami percaya bahwa dampak yang berkelanjutan lahir dari aksi nyata yang dilakukan secara kolaboratif," kata Anugraha.
Baca Juga: TBS Energi Utama Tuntaskan Transisi ke Sektor Rendah Karbon, Perkokoh Ekspansi Global
Bagi manajemen TBS Foundation, aspek keberlanjutan tidak hanya diterjemahkan ke dalam program investasi strategis jangka panjang, melainkan juga melalui ketanggapan entitas bisnis dalam merespons krisis eksternalitas lingkungan. Upaya penanganan yang cepat di tingkat akar rumput dinilai krusial guna mempercepat normalisasi produktivitas dan kesejahteraan sosial masyarakat setempat.
PT TBS Energi Utama Tbk sendiri merupakan emiten yang bergerak dalam portofolio bisnis masa depan yang mencakup pengelolaan sampah terintegrasi, pengembangan energi terbarukan, hingga ekosistem mobilitas listrik. Melalui perpanjangan tangan TBS Foundation, perusahaan berkomitmen untuk terus menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan dan inklusivitas sosial di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :